Waspada Saraf Terjepit Mengintai Remaja, Obesitas hingga Kebiasaan Gadget Jadi Pemicu Utama

AKURAT JAKARTA - Fenomena saraf terjepit, yang dulunya identik dengan kondisi pada usia lanjut, kini semakin marak menyerang kalangan muda, bahkan usia remaja.
Menurut dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine-Spesialis Orthopedi Tulang Belakang Eka Hospital BSD, saraf terjepit terjadi ketika saraf terimpit oleh jaringan lunak di sekitarnya, seperti diskus, ligamen, atau otot yang meradang, menyebabkan rasa sakit pada area yang terdampak.
Meskipun bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, kondisi ini paling sering ditemukan di tulang belakang, leher, atau pergelangan tangan.
Baca Juga: Penting Mengetahui Gejala CVI dan Varises, Berikut Faktor Risiko dan Penyebabnya
"Dulu saraf terjepit lebih banyak dialami usia 25 tahun ke atas karena kebiasaan duduk lama saat bekerja dan postur yang tidak ergonomis," ujar dr. Asrafi dalam acara Media Gathering Eka Hospital BSD di Kawasan Bintaro, Jumat (25/7/2025)
Dia menambahkan, kasus saraf terjepit pada remaja, khususnya di area lumbar (tulang belakang bagian bawah) yang menyebabkan sakit punggung, menunjukkan peningkatan signifikan.
"Jurnal Frontiers in Surgery bahkan mencatat kenaikan kasus sebesar 6,8% pada anak di bawah 21 tahun," katanya.
Baca Juga: Waspada Radang Usus Buntu, Berikut Ini Gejala, Penyebab dan Pengobatannya
Penyebab dan Gejala Saraf Terjepit pada Remaja
- Kelebihan berat badan (obesitas): Beban ekstra pada tulang belakang.
- Posisi duduk yang tidak ergonomis dan duduk terlalu lama: Terutama akibat penggunaan gadget dalam waktu panjang.
- Kebiasaan menggunakan gadget yang buruk: Postur membungkuk saat bermain gawai.
- Olahraga berlebihan: Tanpa pemanasan atau teknik yang benar.
- Trauma atau kecelakaan: Dampak fisik langsung pada saraf.
- Riwayat dalam keluarga: Faktor genetik.
- Gejala saraf terjepit pada remaja umumnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa.
Meliputi: kesemutan, rasa sakit menjalar, sensasi panas terbakar atau tersetrum, mati rasa, hingga kelemahan pada kaki atau tangan.
"Orang tua diimbau untuk mewaspadai gejala-gejala ini," katanya.
Penanganan dan Keunggulan Metode Minimal Invasif BESS
Saraf terjepit ringan seringkali dapat membaik dengan penanganan konservatif seperti fisioterapi, peregangan, dan istirahat.
Namun, jika tidak ditangani serius, dampaknya bisa fatal, mulai dari mati rasa, kelumpuhan, hingga sulit mengendalikan buang air kecil atau besar, serta kehilangan sensasi di area kelamin.
Untuk kasus saraf terjepit yang parah pada remaja, operasi menjadi opsi yang direkomendasikan, terutama jika metode konservatif tidak efektif.
Operasi minimal invasif adalah pilihan utama, mengingat waktu pemulihan yang lebih cepat dan risiko yang lebih rendah, yang sangat krusial bagi pertumbuhan remaja.
Metode BESS (Biportal Endoscopic Spine Surgery) direkomendasikan karena sifatnya yang ultra-minimal invasif.
"Metode ini menggunakan dua sayatan kecil (sekitar 0,5-0,8 cm) untuk mengatasi masalah tulang belakang dengan tingkat presisi tinggi," jelas dr. Asrafi.
Keunggulan metode BESS meliputi:
- Bekas luka sayatan lebih kecil.
- Kerusakan jaringan lebih sedikit.
- Proses pemulihan yang lebih cepat.
- Rasa sakit pasca-operasi lebih ringan.
- Lebih cepat kembali ke aktivitas normal.
- Risiko komplikasi dan infeksi lebih rendah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





