Kota Eisenhüttenstadt, Jerman, Tawarkan Uji Coba Tinggal 2 Minggu Gratis Buat Calon Penduduk Baru, Berminat?

AKURAT JAKARTA - Sebuah langkah tidak biasa diambil oleh kota Eisenhüttenstadt, Jerman, demi menghidupkan kembali populasi yang terus merosot.
Kota ini menawarkan masa tinggal gratis selama 14 hari bagi siapa saja yang tertarik menjajal kehidupan di sana.
Kebijakan ini menjadi bagian dari proyek “Make Plans Now”, sebuah inisiatif inovatif untuk menarik penduduk baru.
Baca Juga: Sudah 25 Tahun! Super Junior Umumkan Album Baru, Ini Detailnya
Terletak di perbatasan Jerman dan Polandia, sekitar 96 kilometer dari Berlin, Eisenhüttenstadt menawarkan akomodasi apartemen lengkap secara cuma-cuma mulai 6 hingga 20 September 2025.
Dalam pernyataan resmi dewan kota tanggal 13 Mei, disebutkan bahwa proyek ini menyasar berbagai kalangan, termasuk pekerja terampil, wiraswasta, komuter, hingga mantan warga yang ingin kembali.
“Proyek ini ditujukan bagi siapa saja yang tertarik pindah ke Eisenhüttenstadt,” jelas pernyataan dewan kota.
Baca Juga: Konser Gratis Juicy Juicy Luicy Awal Juni 2025 di Jakarta, Datang Yuks Nih Info Waktu dan Lokasinya
Para peserta juga akan disuguhi berbagai kegiatan menarik, mulai dari tur kota, kunjungan ke pabrik, hingga sesi kenalan dengan komunitas lokal.
Didirikan pada 1950 sebagai "Kota Pabrik Baja", Eisenhüttenstadt dahulu dikenal sebagai Stalinstadt, simbol dari perencanaan sosialisme di Jerman Timur.
Namun setelah reunifikasi, kota ini mengalami penyusutan populasi drastis dari 50.000 menjadi sekitar 24.000 penduduk.
Baca Juga: Bukan Sekadar Konser, GenFest 2025 Hadir dengan Konsep Musik yang Lebih Berani
“Skema ini bertujuan menarik lebih banyak penduduk tetap, khususnya pekerja terampil,” ujar pejabat kota, Julia Basan, kepada media lokal RBB24.
Tak hanya menawarkan tinggal gratis, Eisenhüttenstadt juga membuka akses pada peluang kerja, magang, dan job shadowing melalui kolaborasi dengan pelaku bisnis lokal.
Daya tarik kota ini tidak hanya terletak pada sejarah industrinya, tetapi juga keunikan arsitektur era sosialis yang kini menjadi bagian dari warisan budaya.
Salah satu peserta program mengaku arsitektur menjadi alasan ia mempertimbangkan pindah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









