Jakarta

Sebut Buruh Pabrik "Hinyai", Psikolog Lita Gading Tegas Beri Teguran ke Orang Tua Ara

Titania Isnaenin | 26 Maret 2025, 13:15 WIB
Sebut Buruh Pabrik "Hinyai", Psikolog Lita Gading Tegas Beri Teguran ke Orang Tua Ara

 

AKURAT JAKARTA - Influencer cilik, Ara kembali menuai kontroversial usai mengucapkan kata-kata yang dianggap merendahkan para pekerja pabrik.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Ara terlihat meminta pelembab kepada sang ibu.

Dilanjut reaksi sang ayah yang menanyakan untuk apa meminta pelembab tersebut.

Baca Juga: Polisi Sebut Tumpukan Uang Rp 2 M Milik Wildan Si Pengusaha Jasa Penukaran Uang Baru Asli dan Berizin, Netizen: Kok Bisa?

Namun diluar dugaan, Ara justru mengucapkan kata-kata yang memicu kecaman.

Ara mengatakan bahwa ia tidak ingin memiliki kulit yang "hinyai" seperti para buruh pabrik.

"Biar kulitnya ga hinyai, biar gak kaya teteh-teteh bubaran pabrik pak, mukanya hinyai (kucel)," tutur Ara.

Baca Juga: Viral, Pemuda di Bangil Pasuruan Buka Usaha Jasa Penukaran Uang Baru, Total Sampai 2 Miliar!

Ucapan tersebut lantas langsung dianggap merendahkan.

Banyak warganet mengecam ucapan Ara hingga reaksi orang tuanya yang tidak memiliki empati terhadap pekerjaan orang lain.

Kejadian itu pun bukan hanya sekali, netizen rupanya dibuat kaget saat mengetahui ada video serupa yang menghina profesi orang lain.

Baca Juga: Diluncurkan di Jepang Dengan Harga Rp80 Jutaan, Yamaha Xmax 2025 Siap Diboyong ke Indonesia dengan Fitur Terbaru

Dimana Ara terlihat menutup hidung saat menaiki delman dan mengatakan sang kusir memiliki bau badan.

"Bau kelek" katanya.

Melihat viralnya video Ara, pakar psikolog, Dr. Lita Gading ikut merespon ucapan sang bocah.

Dimana dalam unggahan media sosialnya, ia menyebut bahwa Ara sedang dieksploitasi oleh orang tuanya.

Menurutnya, Ara yang berusia 5 tahun tersebut tak harusnya digunakan sebagai alat untuk mencari engagement di media sosial.

Apalagi dengan ucapan yang beberapa kali menimbulkan kontroversial, orang tua seharusnya langsung menegur bukan ikut tertawa.

"Orang tuanya malah mendukung malah ketawa, jadi sekali lagi kalau orang tuanya begini terus saya akan laporkan ke perlindungan anak karena ini sudah merupakan sebuah eksploitasi anak," tuturnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.