Tragis! Sebuah Bus Membawa Siswa Karyawisata Hangus Terbakar, Aksi Heroik Seorang Guru Rela Hangus Terbakar Sambil Memeluk Muridnya Jadi Sorotan

AKURAT JAKARTA - Tragedi kecelakaan terjadi saat sebuah bus yang membawa siswa sekolah yang sedang melakukan perjalanan Karyawisata di Thailand dikabarkan terbakar hingga menewaskan sejumlah siswa dan tiga guru.
Kebakaran terjadi pada sebuah bus yang membawa 44 siswa dan guru dalam sebuah karyawisata. Para siswa berusia antara tiga hingga 14 tahun sedang mengunjungi Taman Bersejarah Ayutthaya dan sedang dalam perjalanan ke destinasi lain di Nonthaburi ketika kebakaran terjadi.
Kecelakaan bus di Thailand itu terjadi pada 1 Oktober 2024 kemarin sekitar pukul 12 siang waktu setempat dan mengundang simpati netizen atas aksi heroik seorang guru yang tewas dalam kecelakaan itu.
Guru yang diketahui bernama Kanokwan Sriphong dikabarkan tewas dalam keadaan memeluk seorang siswi muda dalam pelukannya sebagai tindakan perlindungan terakhir.
Seorang aktivis bernama Gun Jom Phalang, mengabarkan hal tersebut.
“Indah sampai akhir. Kami menemukan jasad Kanokwan Sriphong memeluk muridnya,” tulis Gun dalam sebuah posting di Facebook.
“Dia adalah seorang guru hingga napas terakhirnya,” imbunya.
Dilansir dari Amarin News, Ibu dari Kanokwan semula meminta bantuan untuk menghubungi putrinya namun ia harus menerima kabar menyedihkan bahwa sang putri telah tewas dalam kecelakaan itu.
Kanokwan sendiri merupakan guru muda yang meniti karier sebagai asisten guru pada Juli 2023 dan baru saja lulus pada 26 September lalu.
Dua guru lain yang tewas dalam kebakaran ini adalah Pimthong Sombat dan Saranya Homkaesorn.
Menurut MS News, Pimthong Sombat baru saja menerima medali perak atas penyelenggaraan kegiatan bagi siswa untuk belajar tentang sejarah, kewajiban sipil, dan demokrasi satu minggu sebelum insiden ini terjadi.
Sedangkan Saranya Homkaesorn merupakan seorang guru magang dan mahasiswa tahun keempat di Universitas Mahachulalongkornrajavidyalaya.
Daftar siswa yang tewas antara lain:
Siswa berusia tujuh tahun: Teerapong, Patinya, dan Atchara
Siswa berusia sembilan tahun: Nattaphong, Peeraphat, Ong-art, Archawin, dan Titipa
Siswa berusia sepuluh tahun: Chakrit, Nataphat, Thanakrit, Bowonsak, dan Ritthawat
Siswa berusia 14 tahun: Sirinat dan Kritsada
Siswa berusia 15 tahun: Parnnarin, Pimchanok, Sunisa, dan Pirachat
Dikutip dari Thaiger kecelakaan terjadi akibat ban bus pecah, menyebabkan pengemudi kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Motor Ditabrak Honda Jazz di Jalan Sukabumi-Bogor, 2 Orang Tewas
Percikan api dari tabrakan tersebut memicu kebakaran yang membakar seluruh kendaraan.
Laporan menyatakan bahwa sekitar 25 siswa dan guru tewas dalam kebakaran tersebut, sementara 19 lainnya berhasil selamat, dengan beberapa mengalami luka parah.
Tiga siswa yang terluka dirawat di Rumah Sakit PatRangsit, dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Dokter memberi tahu DailyNews bahwa seorang gadis muda menderita luka bakar di wajah, mata, mulut, dan lengan kanannya. Ia kesulitan bernapas dan berisiko kehilangan penglihatannya.
Sopir bus, yang kemudian diidentifikasi sebagai Saman Chanphut yang berusia 48 tahun, tidak berada di lokasi kejadian saat petugas darurat tiba.
Baca Juga: Rombongan Kapolres Boyolali Terlibat Kecelakaan di Tol Batang, Dua Orang Dinyatakan Tewas
Saman dilaporkan melarikan diri setelah kebakaran, yang memicu kecaman luas dari netizen atas tindakannya yang dianggap sembrono.
Namun, laman berita Facebook Esor News kemudian membagikan sebuah video yang memperlihatkan Saman, mengenakan kemeja bergaris dan membawa tabung pemadam api berwarna merah, berupaya memadamkan api. Video ini menguatkan klaimnya bahwa ia berupaya menyelamatkan para korban.
Seorang guru yang selamat dari insiden itu juga bersikeras bahwa pengemudi bus berusaha menolong sebelum ia menghilang dari tempat kejadian.
Setelah mendapat tekanan publik, Saman akhirnya menyerahkan diri di Kantor Polisi Wiset Chai Chan di provinsi Ang Thong tadi malam. Petugas segera memindahkannya ke Kantor Polisi Khu Khot , yang menangani kasus tersebut, untuk diinterogasi dan menjalani proses hukum.
Saman mengaku bahwa ia mengemudikan bus dengan kecepatan sekitar 70 hingga 80 kilometer per jam ketika ia merasakan salah satu rodanya jatuh ke dalam lubang di jalan. Ia tidak yakin apakah ban atau pegas udara yang meledak, tetapi ia kehilangan kendali atas kendaraannya, menyebabkannya berbelok ke kanan dan bertabrakan dengan sedan Mercedes-Benz.
Menurut Saman, ia mencoba mengendalikan bus setelah kecelakaan itu tetapi gagal. Bus itu kemudian menabrak pembatas jalan dan kebakaran pun terjadi. Saman mengatakan ia keluar dari kendaraan untuk mengambil alat pemadam kebakaran dari dua bus lainnya guna memadamkan api.
Saman menyatakan bahwa api semakin membesar, sehingga ia panik dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Ia bersembunyi di rumah kerabatnya di Ang Thong sebelum memutuskan untuk menyerahkan diri. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








