Jakarta

Biar Nggak Salah Naik, Ini Bedanya Bus Transjakarta Biru dan Oranye

Zainal Abidin | 25 November 2025, 20:00 WIB
Biar Nggak Salah Naik, Ini Bedanya Bus Transjakarta Biru dan Oranye

AKURAT JAKARTA - Transjakarta telah menjadi moda transportasi yang tidak hanya berfungsi sebagai alat mobilitas, tetapi juga bagian dari kehidupan modern masyarakat perkotaan.

Dari subuh hingga tengah malam, bus berwarna biru dan oranye ini terus bergerak mengikuti ritme kesibukan Jakarta.

Meski terlihat serupa, kedua warna ini menyimpan perbedaan sistem layanan yang penting untuk kamu pahami, terutama jika ingin bepergian dengan waktu tempuh yang lebih pasti.

Baca Juga: Healing Murah Meriah: Tujuh Taman Jakarta Utara yang Wajib Kamu Datangi

1. Transjakarta Biru Mengandalkan Jalur Khusus

Transjakarta biru beroperasi menggunakan jalur khusus yang dipisahkan dari arus kendaraan lain.

Sistem Bus Rapid Transit (BRT) ini sengaja dirancang agar perjalanan lebih stabil dan tidak terhambat kemacetan.

Baca Juga: Rahasia Kemang Raya: Kehidupan Kota, Kuliner Malam, dan Kreativitas Tanpa Henti

Jalur busway biasanya berada di tengah jalan utama, dilengkapi halte tertutup serta akses jembatan penyeberangan.

Berkat jalur eksklusif tersebut, bus biru menjadi pilihan paling andal untuk kamu yang ingin menjaga ketepatan waktu.

2. Transjakarta Oranye Bergerak di Jalur Umum

Baca Juga: Festival Angklung Dunia 2025 Digelar di Kota Tua pada Minggu 23 November Besok, Berikut Rangkaian Acaranya

Berbeda dari bus biru, Transjakarta oranye—yang dikenal sebagai Metrotrans—melaju bersama kendaraan umum lainnya.

Karena rutenya berada di jalur normal, waktu tempuh bisa berubah-ubah tergantung kondisi lalu lintas.

Meski begitu, keunggulan utamanya ada pada fleksibilitas, karena bus oranye menjangkau jalan-jalan permukiman dan rute pengumpan yang tidak dilewati koridor busway.

Baca Juga: Ternyata Ini Spot Instagramable Terbaik di Penang, Bikin Foto Kamu Makin Aesthetic

3. Fungsi Rute dan Saling Terhubung

Kedua layanan ini sebenarnya saling melengkapi.

Bus biru melayani jalur koridor utama seperti Blok M–Kota atau Ragunan–Monas.

Sementara itu, bus oranye berfungsi sebagai feeder yang mengantar kamu dari area hunian menuju halte besar.

Baca Juga: Jangan Lupa! Malam Ini Lampung Fest 2025 Menghadirkan Konser Peewee Gaskins dan Besok Guyon Waton di PKOR Way Halim, Gratis!

Kombinasi keduanya membuat jaringan Transjakarta terasa menyatu dan memudahkan perpindahan dari satu moda ke moda lainnya.

4. Sistem Naik dan Pembayaran Serba Digital

Keduanya mengusung pembayaran non-tunai, tetapi prosesnya sedikit berbeda.

Baca Juga: Konser Gratis Terakhir Lampung Fest 2025 di PKOR Way Halim, Malam Ini Menampilkan Guyon Waton dan Pats Angels

Di bus biru, kamu harus tap kartu di gerbang halte sebelum masuk area tunggu.

Sedangkan pada bus oranye, alat tap tersedia di dalam bus sehingga kamu cukup melakukan tap saat naik.

Perbedaan sederhana ini sering membuat pengguna baru bertanya-tanya, terutama ketika berpindah dari satu layanan ke layanan lain.

Baca Juga: Dari Bogor hingga Bengkulu, Jejak Rafflesia yang Wajib Kamu Kunjungi

Dengan memahami karakteristik masing-masing layanan, kamu bisa menyesuaikan perjalanan sesuai kebutuhan, baik untuk rute cepat maupun rute fleksibel yang menjangkau area permukiman. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.