Jakarta

4 Bahaya Mengonsumi Makanan yang Sudah Kedaluwarsa, Tidak Hanya Keracunan Makanan

Hawa E. Azhari | 4 Oktober 2024, 01:50 WIB
4 Bahaya Mengonsumi Makanan yang Sudah Kedaluwarsa, Tidak Hanya Keracunan Makanan

AKURAT JAKARTA - Mengonsumsi makanan yang sudah kedaluwarsa dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang serius.

Hal ini tergantung pada jenis makanan dan berapa lama makanan tersebut telah melewati tanggal kedaluwarsa.

Berikut adalah beberapa bahaya dan cara menangani situasi setelah mengonsumsi makanan kedaluwarsa:

Baca Juga: 5 Hal Baik yang Harus Dilakukan Sebelum Tidur Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

Bahaya Makan Makanan Kedaluwarsa

1. Keracunan Makanan

Makanan yang sudah kedaluwarsa, terutama yang mengandung daging, produk susu, atau makanan olahan, dapat terkontaminasi oleh bakteri seperti Salmonella, E. coli, atau Listeria.

Infeksi dari bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan, yang ditandai dengan gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, dan demam.

2. Infeksi Jamur

Baca Juga: Joe Biden Bantah Amerika Serikat Beri Bantuan ke Israel, Usai Iran Beri Ultimatum Soal Jangan Ikut Campur

Makanan yang sudah lama kedaluwarsa, terutama yang basah atau lembap, bisa terkontaminasi oleh jamur berbahaya seperti Aflatoksin, yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus.

Konsumsi makanan yang terkontaminasi ini dapat memengaruhi hati dan sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan risiko kanker.

3. Penurunan Kualitas Nutrisi

Makanan kedaluwarsa mungkin tidak menyebabkan sakit akut, tetapi kandungan gizinya bisa menurun secara signifikan.

Baca Juga: Iran Akan Anggap Musuh Bagi Negara yang Beri Bantuan Ruang Udara Pada Israel

Ini terutama berlaku untuk produk seperti biji-bijian, kacang-kacangan, atau makanan kering. Tubuh Anda mungkin tidak mendapatkan manfaat nutrisi yang diharapkan dari makanan tersebut.

4. Gangguan Pencernaan

Makanan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa sering kali mengalami perubahan tekstur, rasa, dan aroma, yang membuatnya tidak enak untuk dimakan dan lebih sulit dicerna oleh tubuh.

Hal ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut dan kembung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.