Kenali Skoliosis Pada Remaja: Penyebab, Dampak, dan Tindakan Medis

AKURAT JAKARTA - Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang mengakibatkan kelengkungan berbentuk huruf "C" atau "S". Kondisi ini sering dialami oleh remaja, terutama saat masa pertumbuhan.
Menurut dr. Phedy dari Eka Hospital BSD Tangerang, skoliosis bisa memburuk jika tidak segera diatasi.
"Skoliosis merupakan kelainan bentuk tulang belakang membentuk huruf C atau S dan paling sering ditemukan pada usia remaja dan semakin memburuk pada anak dalam masa pertumbuhan jika tak ditangani," dikutip dari Antara pada Kamis, 5 September 2024.
Jenis Skoliosis pada Remaja
Skoliosis idiopatik remaja adalah bentuk skoliosis yang paling banyak ditemukan pada kelompok usia 10 hingga 18 tahun. Kondisi ini lebih sering menyerang remaja perempuan.
"Skoliosis idiopatik remaja merupakan kelainan tiga dimensi pada tulang belakang yang ditandai dengan adanya kelengkungan tulang belakang ke samping, ke belakang dan memutar," jelas dr. Phedy.
Pada tingkat ringan, skoliosis lebih berdampak pada penampilan, namun jika dibiarkan berkembang, dapat mempengaruhi fungsi organ tubuh seperti paru-paru.
Penyebab dan Dampak Skoliosis
Hingga saat ini, penyebab pasti skoliosis belum diketahui.
"Sayangnya penyebab skoliosis pada umumnya tidak diketahui, bisa saja berkaitan dengan postur tubuh yang buruk, olahraga, diet tertentu, bahkan faktor keturunan," ungkap Dr. phedy.
Berbagai faktor seperti postur tubuh, genetik, hingga gaya hidup dapat menjadi pemicu, meski belum ada kepastian ilmiah.
Skoliosis dapat menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, dan seringkali muncul tanpa gejala yang jelas.
Baca Juga: Gaji Karyawan Bakal Kena Potongan Lagi Untuk Program Pensiun Tambahan, Iuran Bersifat Wajib
"Skoliosis bisa dialami oleh siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki. Penyebab skoliosis sebenarnya sangat beragam dan bisa muncul tanpa disadari," jelas dr. Phedy.
Jika kondisi ini semakin parah, skoliosis dapat menyebabkan rasa nyeri, kelumpuhan, dan bahkan gangguan pernapasan karena berkurangnya kapasitas paru-paru.
Selain mengganggu fungsi tubuh, skoliosis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius seperti sesak napas dan penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda awal dari kelainan ini.
Tindakan Medis: Operasi Skoliosis
Apabila skoliosis pada remaja mencapai tahap yang lebih parah, operasi bisa menjadi salah satu langkah yang ditempuh.
"Terkait tindakan operasi skoliosis, ada tiga tujuan, yakni menghentikan perkembangan kurva semakin memburuk serta mengurangi deformitas atau perubahan struktur dan bentuk tulang belakang," ungkap dr. Phedy.
Operasi skoliosis pada remaja biasanya dilakukan melalui punggung, namun pada kondisi tertentu, dokter mungkin akan membuat sayatan di bagian depan tubuh untuk memperbaiki kelengkungan.
Baca Juga: Viral! Siswi SMP di Minahasa Selatan jadi Korban Perundungan 3 Temannya, Netizen: Kurang Ajar!
Teknologi medis terkini, seperti penggunaan robot navigasi di Eka Hospital, telah membuat operasi skoliosis menjadi lebih akurat dan minim risiko.
"Operasi juga minim sayatan, minim cedera jaringan, waktu operasi lebih singkat, risiko pendarahan lebih sedikit, minim radiasi, dan penyembuhan lebih cepat," jelas dr. Phedy.
Teknologi ini menawarkan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi dalam memperbaiki struktur tulang belakang yang bengkok.
Dengan kemajuan teknologi saat ini, penanganan skoliosis pada remaja menjadi semakin efektif. Intervensi yang tepat di awal perkembangan sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






