Gadget dan Kursi Nyaman, Kombinasi Klop yang Bisa Bikin Tulang Gen Z Terancam Skoliosis

AKURAT JAKARTA - Fenomena skoliosis pada gen Z kini menjadi perhatian serius di dunia kesehatan.
Dalam gaya hidup modern yang serba digital, banyak anak muda tanpa sadar menjalani rutinitas yang justru membahayakan kesehatan tulang mereka.
Aktivitas panjang di depan layar, mulai dari belajar daring, bekerja jarak jauh, hingga hiburan digital, membuat tubuh lebih sering duduk daripada bergerak aktif.
Baca Juga: Serunya Keliling Jakarta dari Atas Bus Terbuka, Ini Panduan Pesan Tiket Open Top Tour Secara Online
Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat memicu gangguan pada tulang belakang yang disebut skoliosis,yaitu kelainan tulang yang melengkung seperti huruf “S” atau “C”.
Dikutip dari Mayo Clinic (8/10/2025), skoliosis menyebabkan postur tubuh tidak seimbang.
Penderitanya bisa tampak memiliki bahu miring, pinggul tak sejajar, atau salah satu tulang belikat lebih menonjol.
Baca Juga: 8 Jurus Jitu Menghadapi Orang Narsistik agar Hidupmu Tetap Damai
Pada tahap awal, skoliosis memang sering tidak terasa, tetapi jika diabaikan, bisa menimbulkan nyeri kronis, sesak napas akibat tekanan pada paru-paru, hingga perubahan bentuk tubuh permanen.
Berikut 4 kebiasaan gen Z yang diam-diam dapat memicu skoliosis:
-
Duduk terlalu lama saat belajar, bekerja, atau bermain gim tanpa istirahat.
-
Menunduk lama menatap layar gadget untuk scrolling media sosial atau mengetik.
-
Postur duduk salah, seperti membungkuk atau bersandar miring.
-
Kurang olahraga dan lebih banyak waktu pasif di depan layar.
Baca Juga: Waspadai Konsumsi Kangkung dan Genjer, Tanaman Bioremediator yang Bisa Membahayakan Kesehatan
Tanda-tanda skoliosis bisa terlihat dari bahu atau pinggul yang tidak sejajar, tulang belikat menonjol, tubuh condong ke satu sisi, hingga nyeri punggung setelah duduk lama.
Bila gejala ini muncul, segera lakukan pemeriksaan medis agar bisa ditangani sejak dini.
Untuk mencegahnya, para ahli menyarankan kamu menjaga postur tubuh tegak saat duduk, berolahraga secara teratur, serta menghindari posisi menunduk terlalu lama.
Baca Juga: Taman Sarang Bangau: Ruang Hijau Nyaman di Ujung Utara Jakarta
Istirahatlah setiap 30–60 menit untuk meregangkan tubuh.
Kebiasaan sederhana ini terbukti efektif menjaga tulang belakang tetap sehat.
Skoliosis kini bukan lagi masalah orang dewasa, tetapi ancaman nyata bagi generasi muda yang terlalu lama terpaku pada layar.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Rumah Makan Ayam Goreng Legendaris di Jakarta yang Wajib Dicoba
Dengan kesadaran dan perubahan gaya hidup, kamu bisa mencegah skoliosis sejak dini dan mempertahankan postur tubuh yang ideal di masa depan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







