Monkeypox, Kenali Cara Penularan Penyakit yang Ditetapkan WHO Sebagai Darurat Kesehatan Global

AKURAT JAKARTA - Monkeypox adalah penyakit zoonosis, yang berarti penyakit ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia.
Penyebaran monkeypox ke manusia bisa terjadi melalui beberapa cara.
Berikut adalah penjelasan mengenai bagaimana monkeypox dapat menyebar ke manusia:
Baca Juga: Timnas Indonesia U20 Tekuk Argentina 2-1, Erick Thohir: Momen Bersejarah
1. Kontak Langsung dengan Hewan yang Terinfeksi
Kontak dengan Cairan Tubuh Hewan: Virus monkeypox dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit hewan yang terinfeksi. Hewan seperti monyet, tikus, tupai, dan mamalia kecil lainnya diketahui dapat membawa virus ini.
Gigitan atau Cakaran Hewan Terinfeksi: Manusia dapat terinfeksi melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi virus monkeypox.
Mengolah Daging Hewan yang Terinfeksi: Mengolah daging atau produk hewan dari hewan yang terinfeksi juga dapat menjadi jalur penularan. Infeksi dapat terjadi jika seseorang memiliki luka terbuka di kulit yang terkena cairan atau jaringan hewan yang terinfeksi.
2. Kontak Tidak Langsung
Kontaminasi Permukaan atau Benda: Virus monkeypox dapat bertahan di permukaan atau benda yang terkontaminasi oleh cairan atau material dari hewan atau manusia yang terinfeksi.
Baca Juga: Banyak yang Nggak Tahu, Ini Segudang Manfaat Tidur Mematikan Lampu untuk Kesehatan Fisik dan Mental
Menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut bisa menyebabkan infeksi.
3. Penularan Antar Manusia
Kontak Langsung dengan Lesi Kulit: Virus dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan lesi kulit yang terinfeksi. Ini bisa terjadi melalui sentuhan fisik langsung, seperti berjabat tangan atau menyentuh area kulit yang terinfeksi.
Droplet Respirasi: Meskipun lebih jarang, penularan juga dapat terjadi melalui droplet pernapasan (percikan liur) ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, terutama jika ada kontak yang lama dan dekat.
Kontak dengan Bahan yang Terinfeksi: Bahan seperti pakaian, handuk, atau seprai yang telah bersentuhan dengan lesi kulit atau cairan tubuh seseorang yang terinfeksi juga dapat menularkan virus jika orang lain menyentuhnya dan kemudian menyentuh wajah mereka.
4. Penularan Melalui Ibu ke Anak
Penularan Perinatal: Virus monkeypox juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayi yang baru lahir selama proses kelahiran atau setelahnya, melalui kontak dekat.
Baca Juga: Apakah Benar Peluang Anies Baswedan di Pilkada Jakarta Belum Tertutup? FAN: Pintu Belum Digembok!
5. Penularan Melalui Udara
Aerosol: Meskipun penularan melalui udara jarang terjadi, ada potensi untuk infeksi melalui aerosol dalam kondisi tertentu, seperti di laboratorium atau dalam pengaturan medis dengan ventilasi yang buruk.
Pencegahan Penularan Monkeypox
Untuk mencegah penularan monkeypox, berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa diambil:
- Hindari Kontak dengan Hewan Liar: Menghindari kontak langsung dengan hewan liar, terutama hewan pengerat dan primata, serta tidak mengonsumsi daging dari hewan yang sakit atau ditemukan mati di daerah yang diketahui terinfeksi.
- Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD): Saat menangani hewan yang mungkin terinfeksi, gunakan sarung tangan dan alat pelindung lain yang sesuai.
Baca Juga: Tahukah Anda Ada Cara Mengatasi Batuk Tanpa Obat, Bisa Dilakukan di Rumah
- Mengisolasi Pasien yang Terinfeksi: Orang yang terinfeksi monkeypox harus diisolasi dari orang lain untuk mencegah penyebaran.
- Cuci Tangan Secara Rutin: Sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, terutama setelah kontak dengan orang yang terinfeksi atau permukaan yang mungkin terkontaminasi.
- Hindari Kontak dengan Bahan yang Terinfeksi: Jangan menyentuh pakaian, tempat tidur, atau benda lain yang mungkin terkontaminasi oleh cairan atau lesi dari orang yang terinfeksi.
Dengan memahami cara penularan dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, risiko penyebaran monkeypox dapat dikurangi secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








