Jakarta

Ini Pentingnya Memilih AC yang Hemat Energi untuk Cegah Dampak Negatif Terhadap Lingkungan

Ani Nur Iqrimah | 28 Juni 2024, 00:24 WIB
Ini Pentingnya Memilih AC yang Hemat Energi untuk Cegah Dampak Negatif Terhadap Lingkungan

AKURAT.CO Keberadaan air conditioning (AC) sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya yang tinggal diperkotaan. AC menjadi sarana penting untuk meningkatkan kenyamanan hidup.

Namun di sisi lain, penggunaan AC juga punya dampak signifikan terhadap lingkungan, karena AC menjadi produk elektronik yang tinggi terhadap penggunaan energi listrik, dan karena itu AC menjadi produk yang banyak meninggalkan jejak karbon (carbon footprint).

Terkait dengan hal ini, maka kebijakan Kementerian ESDM untuk mewujudkan produk AC yang hemat energi, patut didukung karena merupakan kebijakan yang baik dan strategis.

Baca Juga: Inilah 10 Finalis Miss Jakarta Fair 2024, Siap Bersaing di Grand Final yang Digelar 5 Juli Mendatang, Siapa Jagoanmu?

Nah, persoalannya, apakah kebijakan ini cukup efektif untuk mendorong perubahan perilaku konsumen dalam menggunakan produk AC-nya? Survei YLKI terhadap konsumen di area DKI Jakarta membuktikannya.

Menurut survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) di DKI Jakarta, mayoritas responden adalah perempuan ibu rumah tangga.

Sayangnya, masih sedikit yang menggunakan AC dengan label hemat energi, dan sebagian besar dari mereka kurang memahami arti dari label tersebut.

Baca Juga: Tidak Hanya Masalah Sutet, Berikut 7 Tuntutan PMII yang Demo di Depan Balai Kota Jakarta dan Kantor Kemendikbud

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengimbau masyarakat atau konsumen untuk lebih kritis dalam memilih AC. Menurutnya, masyarakat dapat mempertimbangkan pemilihan AC berlabel hemat energi.

Hal itu bertujuan untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Karena AC merupakan produk elektronik yang tinggi terhadap penggunaan energi listrik, dan menjadi produk yang banyak meninggalkan jejak karbon (carbon foot print).

"Peran konsumen sangat penting dalam hal ini. Konsumen juga perlu memperhatikan suhu awal saat menyalakan AC, jangan terlalu rendah, agar tidak boros energi, dan menjaga dampak negatif terhadap lingkungan," kata Tulus, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 27 Juni 2024.

Baca Juga: Sukses Melalui Program Gebrak Pakumis, Sanisek hingga Sanitren, Zaki Iskandar Dinilai Mampu Atasi Masalah Sanitasi di Permukiman Kumuh Jakarta

Di samping itu, ia juga mengimbau pelaku usaha agar lebih aktif lagi dalam mempromosikan AC hemat energi.

Menurutnya, label AC juga harus dibuat lebih jelas agar konsumen lebih mudah memahaminya.

Sementara kepada pemerintah sebagai regulator juga harus pro aktif dalam pengawasan di pasaran, agar produk AC yang beredar benar-benar mematuhi aturan.

Baca Juga: Simak 2 Sekolah Kedinasan yang Paling Diburu Calon Mahasiswa Baru: Tidak Perlu Syarat Tinggi Badan!

Pasalnya, keberadaan air condisioning (AC) sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya yang tinggal diperkotaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.