Ini Pentingnya Memilih AC yang Hemat Energi untuk Cegah Dampak Negatif Terhadap Lingkungan

AKURAT.CO Keberadaan air conditioning (AC) sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya yang tinggal diperkotaan. AC menjadi sarana penting untuk meningkatkan kenyamanan hidup.
Namun di sisi lain, penggunaan AC juga punya dampak signifikan terhadap lingkungan, karena AC menjadi produk elektronik yang tinggi terhadap penggunaan energi listrik, dan karena itu AC menjadi produk yang banyak meninggalkan jejak karbon (carbon footprint).
Terkait dengan hal ini, maka kebijakan Kementerian ESDM untuk mewujudkan produk AC yang hemat energi, patut didukung karena merupakan kebijakan yang baik dan strategis.
Nah, persoalannya, apakah kebijakan ini cukup efektif untuk mendorong perubahan perilaku konsumen dalam menggunakan produk AC-nya? Survei YLKI terhadap konsumen di area DKI Jakarta membuktikannya.
Menurut survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) di DKI Jakarta, mayoritas responden adalah perempuan ibu rumah tangga.
Sayangnya, masih sedikit yang menggunakan AC dengan label hemat energi, dan sebagian besar dari mereka kurang memahami arti dari label tersebut.
Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengimbau masyarakat atau konsumen untuk lebih kritis dalam memilih AC. Menurutnya, masyarakat dapat mempertimbangkan pemilihan AC berlabel hemat energi.
Hal itu bertujuan untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Karena AC merupakan produk elektronik yang tinggi terhadap penggunaan energi listrik, dan menjadi produk yang banyak meninggalkan jejak karbon (carbon foot print).
"Peran konsumen sangat penting dalam hal ini. Konsumen juga perlu memperhatikan suhu awal saat menyalakan AC, jangan terlalu rendah, agar tidak boros energi, dan menjaga dampak negatif terhadap lingkungan," kata Tulus, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 27 Juni 2024.
Di samping itu, ia juga mengimbau pelaku usaha agar lebih aktif lagi dalam mempromosikan AC hemat energi.
Menurutnya, label AC juga harus dibuat lebih jelas agar konsumen lebih mudah memahaminya.
Sementara kepada pemerintah sebagai regulator juga harus pro aktif dalam pengawasan di pasaran, agar produk AC yang beredar benar-benar mematuhi aturan.
Baca Juga: Simak 2 Sekolah Kedinasan yang Paling Diburu Calon Mahasiswa Baru: Tidak Perlu Syarat Tinggi Badan!
Pasalnya, keberadaan air condisioning (AC) sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya yang tinggal diperkotaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







