Jakarta

Sering Alami Sembelit? 6 Hal Ini Harus Diperhatikan Supaya BAB Lancar

Fadhlan Robbani | 25 Juni 2024, 17:49 WIB
Sering Alami Sembelit? 6 Hal Ini Harus Diperhatikan Supaya BAB Lancar

AKURAT JAKARTA - Sembelit atau kesulitan buang air besar (BAB) kerap dianggap remeh, padahal sembelit yang berkepanjangan dapat mengakibatkan penyakit yang lebih serius.

Salah satu penyebab sembelit yaitu karena jarang mengonsumsi sayur dan kurang air putih. Ciri utama sembelit yaitu kototan menjadi keras dan buang air besar (BAB) menjadi tidak lancar.

Berikut 6 hal yang harus diperhatikan agar terhindari dari sembelit.

1. Konsumsi Serat yang Cukup

Perhatikan asupann harian terutama serat. Serat diketahui dapat melancarkan penceraan. Sumber serat yang banyak diketahui misalnya sayur-mayur, selain itu buah-buahan, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan juga bisa menjadi sumber serat lainnya.

2. Minum Air Putih

Seperti yang diketahui kebutuhan cairan harian manusia setidaknya 8 gelas per hari. Air putih diketahui dapat membantu melunakkan feses dan melancarkan proses penceraan.

3. Olahraga Teratur

Olahraga bisa membantu untuk menhindari sembelit. Bukan tanpa alasan, berolahraga secara teratur dapat merangsang usus dan membantu melancarkan penceraan. Apabila kamu jarang berolahraga, mulailah dengan olahraga ringan seperti berjalanan kaki.

4. Perhatikan Pola Makan

Umumnya manusia makan tiga kali dalam sehari. Makan secara teratur dengan porsi yang seimbang juga mempengaruhi kelancaran BAB. Hindari makanan yang mengandung tinggi lemak jenuh dan makanan olahan seperti frozen food atau junkfood secara berlebihan. Sebab, makanan tersebut disebut-sebut dapat memperlambat penceraan.

5. Hindari Menunda Buang Air Besar

Tak sedikit orang kerap menunda buang air besar (BAB) karena alasan tertentu, rupanya menunda buang air besar (BAB) menyebabkan feses keras dan sulit dikeluarkan.

6. Kelola Stres

Stres rupanya bisa mempengaruhi fungsi pencernaan. Jika kamu merasa stres, cobalah untuk melakukan relaksasi seperti meditasi untuk mengelola stres. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.