Jakarta

Wajib Tahu! Istilah Kuliner Non Halal di Solo yang Sering Mengecoh Wisatawan

Anggerhana Denni Rahmawati | 10 April 2026, 16:15 WIB
Wajib Tahu! Istilah Kuliner Non Halal di Solo yang Sering Mengecoh Wisatawan
Ilustrasi masakan non halal.

AKURAT JAKARTA - Solo dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner yang kaya akan cita rasa tradisional.

Namun, di balik beragam pilihan makanan yang menggoda, terdapat beberapa istilah yang merujuk pada kuliner non halal.

Istilah-istilah ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun pada papan menu, sehingga penting bagi kamu untuk mengenalinya.

Baca Juga: Manfaat Telur Rebus untuk Sarapan Ternyata Lebih Hebat dari yang Kamu Kira

Berikut beberapa istilah kuliner non halal yang perlu kamu waspadai:

1. Saren

Saren merupakan makanan yang dibuat dari darah hewan, seperti sapi, ayam, atau babi.

Baca Juga: Waspadai Gejala Adiksi Gawai pada Anak, Tanda-Tanda Ini Sering Dianggap Sepele

Proses pembuatannya dengan cara mengukus darah hingga mengeras.

Sekilas tampilannya mirip hati karena berwarna merah kecokelatan.

Jika tidak teliti, kamu bisa saja mengira saren sebagai bagian hati, padahal bahan dasarnya berbeda.

Baca Juga: 6 Cara Agar Parfum Tahan Lama Seharian, Rahasianya Ternyata Sederhana!

2. Sate jamu

Sate jamu adalah salah satu kuliner khas yang cukup dikenal di Solo, meskipun tergolong ekstrem.

Olahan ini menggunakan daging anjing sebagai bahan utama.

Baca Juga: Gubernur Pramono Tegaskan Kampus IKJ Tak Dipindah ke Kota Tua, Hanya Siapkan Ruang Ekspresi

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.