Petugas Temukan Dua Ekor Sapi Terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku di Jakarta Timur

AKURAT JAKARTA - Petugas menemukan dua ekor sapi kubran yang terindikasi terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jakarta Timur.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jaktim, Theresia Ellita mengatakan dua hewan kurban yang terindikasi PMK langsung diisolasi.
Tujuannya agar tidak menularkan penyakit pada hewan kurban lainnya.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Perhatikan 10 Hal Sebelum Membeli Kambing untuk Kurban
Petugas memberikan obat penurun demam dan vitamin pada dua hewan kurban di tempat penampungan Jalan Mabes Hankam.
"Kami juga akan terus lakukan monitoring setiap hari untuk memantau perkembangan kesehatan hewan," kata Ellita.
Dalam waktu dua hari, akan terus dipantai, jika tidak ada perubahan maka dua hewan kurban ini akan disembelih paksa di tempat dan pemilik sudah menyetujui.
"Untuk dagingnya, masih layak untuk dikonsumsi orang," ucapnya.
Elita mengimbau agar para penjual hewan kurban lebih memperketat kondisi kebersihan area tempat penampungan/penjualan hewan kurban.
Mobilitas warga atau calon pembeli diupayakan diperketat agar orang tidak mudah dan bebas keluar masuk.
"Ini untuk mencegah hal yang tak diinginkan, seperti penyebaran PMK tersebut," paparnya.
Secara umum, tambah dia, kondisi kesehatan hewan kurban yang berada di dua penampungan itu dalam kondisi sehat.
Petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur menemukan dua ekor sapi yang terindikasi terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).
Hal itu terungkap ketika petugas kesehatan hewan Sudin KPKP Jaktim melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H di Jalan Mabes Hankam, Bambu Apus dan Jalan Bina Marga, Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin.
Petugas yang menemukan kasus tersebut langsung mengkarantina dua ekor sapi asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut agar tidak terjadi penularan terhadap hewan kurban yang sehat.
Sementara itu, penjual hewan kurban di Jalan Mabes Hankam, Raja Kurnia menuturkan ke-121 ekor sapi yang dijualnya berasal dari Flores, NTT.
Menurut dia, butuh perjalanan satu minggu untuk sampai tujuan lokasi penampungan tersebut, sehingga dua sapi nya mengalami demam tinggi.
Padahal sebelum berangkat ke Jakarta, sudah diperiksa seluruh sapi yang dikirim. Bahkan sudah dibekali surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari Flores.
"Saya akan monitor perkembangannya dalam dua hari ke depan. Kalau memang tidak ada perubahan, sapinya akan disembelih di tempat," kata dia yang telah berjualan selama 15 tahun di lokasi tersebut. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026


