Penduduk Asli Jakarta yang Kini "Terpinggirkan", Bagaimana Sejarah Munculnya Orang Betawi?

AKURAT JAKARTA - Sempat menjadi penduduk asli Jakarta dalam sejarah, mayoritas orang Betawi kini malah terlempar jauh di luar wilayah.
Orang Betawi sendiri merupakan salah satu suku bangsa atau etnis di Indonesia yang memiliki kekerabatan etnis dengan Jawa, Melayu, dan Sunda.
Pada umumnya, orang Betawi banyak mendiami di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Lantas, bagaimana sejarah orang Betawi yang mayoritas sempat mendiami wilayah Jakarta?
Baca Juga: Peristiwa Tanjung Priok Tahun 1984: Kronologi Sejarah Kelam di Jakarta
Munculnya Betawi
Kemunculannya pertama kali pada abad ke-18 sebagai sebuah komunitas etnis yang tinggal di Batavia, nama Jakarta di era penjajahan Belanda.
Jauh sebelum itu, pada abad ke-2, Jakarta dan sekitarnya masuk dalam kekuasaan Kerajaan Salakanagara.
Kerajaan Salakanagara ini pusat pemerintahannya berada di kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
Hal ini dikarenakan penduduk asli Betawi diperkirakan adalah rakyat dari Kerajaan Salakanagara.
Baca Juga: Latar Belakang Kerusuhan Tanjung Priok, Salah Satu Sejarah Kelam Jakarta yang Menyedihkan
Ketika Salakanagara runtuh dan muncul Kerajaan Tarumanegara di tepi Sungai Citarum.
Maka dari itu penduduk asli Betawi pun berubah menjadi rakyat Tarumanegara.
Kala itu, budaya dan mata pencaharian rakyat Tarumanegara mayoritas adalah bercocok tanam.
Kesenian kala itu juga berkembang. Petani Betawi kerap membuat orang-orangan sawah untuk mengusir hama burung.
Ketika musim panen tiba, para petani bersuka ria dan merayakannya dengan mengarak barongan yang disebut ondel-ondel.
Ondel-ondel inilah yang kelak menjadi identitas budaya asli Betawi.
Di sisi lain, terdapat pendapat lain terkait Betawi yang mulai terbentuk pada abad ke-19 akibat peleburan dari berbagai etnis di Batavia.
Selain itu, ada pendapa pula jika etnis Betawi ini mulai terbentuk pada tahun 1815 hingga 1893.
Baca Juga: Sejarah Singkat Rumah Dinas DKI Jakarta yang akan Direstorasi dengan Anggaran Rp 22 M
Kemudian pada tahun 1930, ada etnis Betawi yang teridentifikasi di Jakarta melalui sensus penduduk.
Kala itu jumlah orang Betawi yang mendiami wilayah Batavia sebanyak 778.953.
Sehari-hari mereka lebih sering menyebutkan dirinya sebagai orang Kemayoran, orang Senen, atau Rawabelong. Pengakuan terhadap adanya orang Betawi terjadi pada tahun 1923.
Pada saat itu bertepatan dengan momen pergerakan nasional, banyak orang Betawi yang tergabung dalam organisasi massa.
Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di H+7 Hari Raya Idul Fitri, Bagaimana Sejarah dan Makna Filosofisnya?
Banyak orang Betawi yang tergabung dalam Jong Java dan Sekar Rukun.
Seiring berjalannya waktu orang Betawi merasa perlu memiliki perkumpulannya sendiri.
Kemudian pada tahun 1927, dibentuk organisasi Pemoeda Kaoem Betawi yang dipimpin oleh Mohammad Tabrani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





