Meski Berubah Menjadi DKJ, Jakarta Diprediksi Masih Tetap Macet

AKURAT JAKARTA - Status berubah menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), macet diprediksi masih akan terus terjadi.
Padahal Jakarta tak lama lagi resmi menyandang sebagai daerah khusus, bukan lagi ibu kota negara.
Macet yang melanda Jakarta ini diprediksi masih akan tetap terjadi karena kepadatan penduduknya.
Oleh karena itu, perubahan dari DKI menjadi DKJ sepertinya tak berpengaruh pada masalah kemacetan Jakarta.
Baca Juga: UU DKJ: Kelurahan di Jakarta Mendapat Anggaran APBD 5 Persen
Kondisi kemacetan itu tak terlepas dari kekuatan perekonomian Jakarta.
Sebab, hingga kini, Jakarta masih didominasi oleh pedagang eceran dan digerakkan oleh sektor transportasi.
Selain itu, sulit juga untuk mengembangkan industri pengolahan di Jakarta.
Oleh karena itu, pemerintah DKJ nantinya diharapkan bisa mendorong perekonomian selain sektor bisnis.
Baca Juga: Jakarta Tidak Bisa Kendalikan Laju Urbanisasi, Kemendagri: Bagaimana Membatasi Orang Masuk?
Jakarta sendiri memiliki potensi untuk mengembangkan bidang keuangan, asuransi, dan perusahan dengan ketersediaan sumber daya manusia.
Permasalahan lain adalah, pemerintah di wilayah aglomerasi juga harus bisa menyeimbangkan layanan transportasi publik.
Hal ini diharap penggunaan kendaraan pribadi untuk aktivitas di Jakarta bisa perlahan dikurangi.
Selama pola ekonomi tak bisa membangun transportasi publik yang baik beserta infrastrukturnya, maka kota akan semakin padat.
Hal ini berakibat pada polusi dan boros dalam konsumsi bahan bakar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







