Peristiwa Tanjung Priok Tahun 1984: Kronologi Sejarah Kelam di Jakarta

AKURAT JAKARTA - Peristiwa Tanjung Priok atau Kerusuhan Priok merupakan salah satu sejarah kelam yang pernah terjadi di Jakarta.
Sejarah kelam di Priok ini dipicu karena salah paham antara anggota aparat militer dengan warga yang menjadi pengurus Masjid As Saadah.
Hingga kini, Peristiwa Tanjung Priok menjadi salah satu sejarah kelam yang tak terlupakan bagi warga Jakarta, terutama bagian utara.
Lantas, bagaimana kronologi dari Peristiwa Tanjung Priok pada tahun 1984 yang menjadi salah satu sejarah kelam Jakarta?
Kronologi Kerusuhan
Kerusuhan Priok ini dipicu oleh perbuatan oknum warga terhadap Sersan Hermanu pada 10 September 1984 di Masjid As Saadah.
Pada tanggal 10 September 1984, Sersan Hermanu, anggota Bintara Pembina Desa tiba di Masjid As Saadah, Tanjung Priok.
Sersan Hermanu menyuruh pengurus masjid yang bernama Amir Biki untuk menghapus brosur dan spanduk.
Adapun brosur dan spanduk tersebut berisikan tulisan kritik terhadap pemerintah.
Baca Juga: Sejarah Singkat Rumah Dinas DKI Jakarta yang akan Direstorasi dengan Anggaran Rp 22 M
Akan tetapi Amir Biki menolak perintah dari Sersan Hermanu tersebut.
Karena perintahnya ditolak, Sersan Hermanu kemudian menghapus brosur dan spanduk tersebut sendiri.
Akan tetapi, ketika ia melakukan penghapusan tersebut, Sersan Hermanu masuk area masjid tanpa melepas alas kakinya.
Mengetahui peristiwa tersebut, warga yang dipimpin pengurus masjid membakar motor yang dikendarai Sersan Hermanu.
Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di H+7 Hari Raya Idul Fitri, Bagaimana Sejarah dan Makna Filosofisnya?
Tak hanya membakar motor, warga dan pengurus masjid juga melakukan penyerangan.
Adapun pemimpin pengurus masjid tersebut diketahui bernama Syarifuddin Rambe dan Sofwan Sulaeman.
Akibat aksinya tersebut, Rambe, Sulaeman, dan beberapa pengurus lain ditangkap.
Dua pengurus lain yang ditangkap akibat peristiwa tersebut adalah Achmad Sahi dan Muhammad Noor.
Baca Juga: Identik dengan Tradisi Lebaran, Bagaimana Sejarah Ketupat yang Selalu ada Saat Idul Fitri?
Dua hari pasca penangkapan, ulama Islam Abdul Qodir Jaelani memberikan khotbah mengenai asas tunggal Pancasila di Masjid As Saadah.
Setelah itu, Amir Biki memimpin demonstrasi ke kantor Kodim Jakarta Utara.
Kantor Kodim Jakarta Utara jadi tempat demonstrasi karena di sana keempat warga ditahan.
Upaya demonstrasi tersebut tak mendapat tanggapan baik. Massa dihadapkan aparat keamanan di depan Polres Jakarta Utara.
Baca Juga: Bermula dari Solo, Begini Sejarah Halal Bi Halal Versi Martabak Malabar
Aparat keamanan menggunakan tindakan persuasif untuk membubarkan massa yang unjuk rasa.
Akan tetapi, massa saat itu, tidak segera dibubarkan karena tuntutannya belum dipenuhi.
Akhirnya, aparat melakukan langkah terakhir dengan menembaki massa hingga jatuh banyak korban.
Dalam ingatan sejarah, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat ada total 24 korban tewas.
Selain itu, terdapat pula 55 orang mengalami luka-luka. Korban yang berjatuhan tersebut dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Militer Gatot Subroto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






