Wow! Jakarta Bukan Ibu Kota Lagi? Simak 3 Fakta Mengejutkan Berikut Ini

AKURAT JAKARTA - Status Jakarta ternyata bukan lagi sebagai Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) melainkan berubah menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
Dasar dari perubahan status Jakarta tersebut adalah setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Rancangan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ).
Terbitnya RUU DKJ seiring dengan hadirnya UU tentang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang jadi dasar hukum pindahnya ibu kota Indonesia dari Jakarta ke wilayah Kalimantan Timur.
Terkait status Jakarta yang bukan lagi ibu kota, berikut ada 3 fakta menarik yang perlu diketahui.
Baca Juga: Siap-siap Bawa Payung, Sebagian Jakarta Hujan Siang sampai Sore Hari Ini Senin 22 April 2024
Gubernur Dipilih Rakyat
Meski Jakarta bukan lagi sebagai daerah ibu kota, dalam RUU DKJ dijelaskan jika Gubernur akan ditunjuk presiden.
Meski demikian, ketentuan tersebut tidak terjadi karena pemerintah ngotot gubernur Jakarta harus tetap dipilih rakyat secara demokratis.
Bahkan pihak legislatif tak ada yang mengaku terkait wacana pemilihan gubernur Jakarta oleh presiden.
Ketentuan gubernur Jakarta tetap dipilih oleh rakyat tertuang dalam 10 Ayat (1) UU DKJ.
Ibu Kota Legislatif
DPR membuka peluang direvisinya RUU DKJ usai disahkan dalam rapat paripurna DPR ke-14 sidang 2023-2024.
Keterangan tersebut diungkapkan oleh Ketua DPR Puan Maharani karena muncul usulan bahwa Jakarta tetap menjadi ibu kota dengan nama Ibu Kota Legislatif.
Munculnya usulan Ibu Kota Legislatif tersebut berasal dari Anggota DPR Fraksi PKS Hermanto.
Usulan tersebut sempat dibahas di tingkat panitia kerja RUU DKJ.
Akan tetapi, dalam pembahasan tersebut tak ada keputusan yang menetapkan ketentuan Jakarta sebagai Ibu Kota Legislatif dalam UU DKJ.
Wewenang Khusus
UU DKJ telah menetapkan kewenangan khusus, yakni:
- Kewenangan khusus pekerjaan umum dan penataan ruang
- Kewenangan khusus perumahan rakyat dan kawasan pemukiman
- Kewenangan khusus penanaman modal
- Kewenangan khusus perhubungan
- Kewenangan khusus lingkungan hidup
- Kewenangan khusus perindustrian
- Kewenangan khusus pariwisata dan ekonomi kreatif
- Kewenangan khusus perdagangan
- Kewenangan khusus pendidikan
- Kewenangan khusus kesehatan
- Kewenangan khusus kebudayaan
- Kewenangan khusus pengendalian penduduk dan keluarga berencana
- Kewenangan khusus administrasi kependudukan dan pencatatan sipil
- Kewenangan khusus kelautan dan perikanan
- Kewenangan khusus ketenagakerjaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






