Jakarta

Rencana MRT dari Jakarta Menuju Tangsel Terkendala Detail Perencanaan

aditia | 21 April 2024, 14:05 WIB
Rencana MRT dari Jakarta Menuju Tangsel Terkendala Detail Perencanaan

AKURAT JAKARTA - Rencana Mass Rapid Transit (MRT) dari Jakarta ke wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) masih terkendala detail perencanaan.

Padahal Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel mendukung keberlanjutan proyek MRT tersebut.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan jika pihaknya perlu mengetahui kendala terkait MRT tersebut.

Sebelumnya, MRT direncanakan akan diperpanjang dari Jakarta hingga sampai ke Tangsel.

Baca Juga: Warga Jakarta Simak Baik-baik ya! Berikut Daftar Rute TransJakarta yang Terintegrasi MRT

Akan tetapi, rencana tersebut terkendala dengan beberapa detail perencanaan pembangunan.

Benyamin mengatakan jika pihaknya sangat ingin mengetahui info detail terkait perencanaan pembangunan.

Ia ingin tahu apa peran dari Pemkot Tangsel dan apa saja peran lainnya.

"Prinsipnya kami mendukung Pembangunan MRT hanya kami minta info yang lebih detail mengenai perencanaan pembangunan. apa peran pemerintah kota, apa peran yang lain," kata Benyamin.

Baca Juga: YUK! Nonton Konser Musik Gratis Memperingati Hari MRT Jakarta Vol 5 Akhir Pekan Ini, Catat Lokasi dan Daftar Artis Pengisi Acaranya

Benyamin mengatakan jika proyek tersebut tentu saja sangat membutuhkan anggaran yang besar.

Terlebih proyek ini adalah moda transportasi publik yang berbasis kereta api.

Diprediksi rencana memperluas MRT ini butuh anggaran sekitar Rp 20 triliun.

"Pasti besar sekali Ro 15 sampai Rp 20 triliun. Sedangkan APBD Tangsel kan hanya Rp 4,6 triliun dan itu untuk semua untuk rakyat Tangsel," lanjutnya.

Benyamin sangat berharap bisa melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Hal ini tentu saja untuk membahas proyek perpanjangan MRT ke wilayah Tangsel.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.