Sejarah Singkat Rumah Dinas DKI Jakarta yang akan Direstorasi dengan Anggaran Rp 22 M

AKURAT JAKARTA - Rumah dinas Gubernur DKI Jakarta yang akan direstorasi dengan anggaran Rp 22 M ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang.
Perlu diketahui jika rumah dinas Gubernur DKI Jakarta ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
Dahulu, rumah dinas tersebut dipakai untuk hunian wali kota Batavia di era kolonial Belanda.
Lantas bagaimana sejarah pembangunan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta yang kini akan direstorasi?
Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di H+7 Hari Raya Idul Fitri, Bagaimana Sejarah dan Makna Filosofisnya?
Rumah dinas Gubernur DKI Jakarta kini direncanakan akan dilakukan restorasi dengan total anggaran RP 22 M.
Perlu diketahui jika bangunan tersebut dibangun pada tahun 1939. Alamat pada saat itu adalah Burgemeester Bisschopplein nummer 7.
Tahun 1941, rumah dinas Gubernur DKI Jakarta ditepati oleh Wali Kota Batavia, yakni EA Voorneman.
Sementara itu, setelah kemerdekaan Indonesia, Wali Kota Jakarta pertama yang menempatinya adalah Sjamsuridjal.
Baca Juga: Identik dengan Tradisi Lebaran, Bagaimana Sejarah Ketupat yang Selalu ada Saat Idul Fitri?
Gubernur Sjamsuridjal menempati rumah dinas tersebut setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949.
Sjamsuridjal menempati rumah dinas tersebut menggantikan Suwirjo.
Saat itu, ibukota Indonesia berpindah dari Yogyakarta ke Jakarta setelah upaya Belanda yang ingin menguasai tanah air.
Pada tahun 1946-1949, Belanda yang menguasai Jakarta berusaha menjajah kembali Indonesia.
Jakarta yang dikuasai Belanda di era Perang Kemerdekaan kembali utuh dengan dihuninya rumah dinas tersebut oleh Gubernur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





