Tak Hanya Perpustakaan Milik Pemprov DKI, Gubernur Pramono Ingin Perpustakaan Nasional Juga Dibuka Sampai Malam

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menginginkan agar perpanjangan operasional perpustakaan hingga malam hari tidak hanya dilakukan untuk perpustakaan milik Pemprov DKI Jakarta saja, tapi juga Perpustakaan Nasional milik pemerintah pusat.
Pram, sapaan akrabnya itu mengatakan, jika pihak Pemprov diberikan kesempatan untuk mengelola Perpustakaan Nasional, maka dirinya akan membukanya hingga malam hari.
"Nah untuk perpustakaan nasional ya tentunya itu kewenangan pemerintah pusat. Tapi kalau Jakarta diberikan kesempatan untuk mengelola itu saya sih mau saya buka sampai malam, kalau boleh," ujar Pram di Perpustakaan Jakarta HB Jassin, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (10/5/2025).
Lebih lanjut, ia pun menjelaskan alasan dibalik perpanjangan operasional perpustakaan hingga malam hari ini. Pram menyebut Jakarta harus mempersiapkan sebagai kota global.
"Sebagai kota yang harus literasi pendidikannya juga lebih baik, sebagai kota yang pengetahuan masyarakatnya harus lebih lengkap, sehingga dengan demikian apapun perpustakaan itu menjadi salah satu referensi dari itu," terangnya.
Menurutnya, perpanjangan operasional ini dilakukan sebab memang kunjungan ke perpustakaan ini memiliki minat dari masyarakat yang luar biasa.
Untuk itu, dirinya juga sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, untuk juga diberikan kesempatan ruang-ruang untuk aktualisasi.
"Tadi kan ada bilik untuk podcast, bilik untuk diskusi, bilik untuk anak dan sebagainya. Saya juga baru tahu ternyata ada bilik untuk sastrawan dan sebagainya. Sehingga menurut saya fasilitasnya cukup lengkap," pungkasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melakukan melakukan uji coba perpanjangan waktu buka hingga malam hari di dua perpustakaan utama.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat mengatakan, 2 perpustakaan tersebut yaitu Perpustakaan Umum Daerah Cikini dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin. Keduanya telah buka hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya.
“Ini sudah berjalan dua minggu terakhir, mulai pukul 9 pagi sampai jam 10 malam. Sebelumnya hanya sampai jam 4 sore,” ujar Syaefuloh dalam keterangannya, Senin (5/5/2025). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









