Pengamat Nilai WFH Tak Efektif Atasi Polusi, Heru Budi: Untuk Kurangi Kemacetan

AKURAT.CO - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menyebut bahwa penerapan work from home (WFH) yang dicanangkan dimulai pada September mendatang, bukan untuk mengatasi polusi udara, melainkan untuk mengurangi kemacetan.
Hal tersebut diungkapkan Heru menanggapi pernyataan Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansah yang menilai bahwa WFH tidak efektif untuk mengatasi polusi udara.
"Ya kan bukan memecahkan solusi polusi udara, tapi mengurangi kemacetan," kata Heru di Balai Kota DKI, Selasa (15/08).
Baca Juga: Selain Dituntut 5 Tahun Penjara, Shane Juga Dapat Tambahan 6 Bulan Jika Tak Bayar Restitusi
Dikatakan Heru, terkait WFH sendiri tidak hanya akan diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, tapi juga di sekolah-sekolah wilayh Jakarta.
Sementara untuk swasta, Heru menegaskan, sifatnya hanya imbauan. "Terkait nanti dengan KTT ASEAN, Pemda DKI karyawannya WFH 50% - 50%. Sekolah nanti juga. Begitu juga nanti yang lain (perusahaan swasta) dihimbau," terangnya.
"Terkait yang bulan september itu, 50% - 50%. Sesuai dengan imbauan. Kan gini, Menpan RB memberikan keleluasaan waktu antara bisa jam 08.00 tambah sejam jadi jam 09.00. Antara jam 08.00 dan 10.00. Ini pemda manfaatkan untuk bisa berbagi yang masuk 50%, yang WFH 50%. Setidaknya mengurangi kemacetan," lanjutnya.
Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Terus Memburuk, KPAI Sarankan Semua Kerja dari Rumah atau WFH
Heru pun menerangkan setelah selesainya KTT ASEAN yang akan dilaksanakan oada 5 - 7 September 2023 di Jakarta, pihaknya akan melakukan uji coba selama tiga bulan.
"Ya percontohan kita coba dulu mungkin 3 bulan, mulai September. Tapi khusus KTT ASEAN, kita mulai kalau DKI saya minta Pak Sekda mulai uji di 28 Agustus masuk 50% - 50%," imbuhnya.
Sebelumnya, Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah menilai kebijakan work from home (WFH) sebagai bentuk mengatasi polusi udara yang semakin meningkat di ibu kota, tidak akan berpengaruh.
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Kuningan Terkait dengan Wilayah di Jawa Barat
"Gak akan banyak pengaruh (WFH) karena kan pada akhirnya masyarakat tetap bermobilitas, gimana caranya menekan masyarakat gak bermobilitas?" kata Trubus, Senin (14/08).
Menurutnya, saat covid-19 masyarakat mau WFH. Namun, saat ini baik pekerja maupun perusahaan lebih setuju untuk work from office (WFO) untuk peningkatan produktivitas. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






