Minta Pramono Hentikan Pengusiran Warga Rusun, Legislator Golkar Ramly HI: Ada yang Lagi Flu Diusir Keluar

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghentikan pengusiran warga dari rumah susun (rusun).
Ramly menyampaikan permintaan tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terkait 4 rancangan peraturan daerah (raperda), Kamis (1/10/2026).
Ia menyoroti proses pengusiran penghuni rusun yang menurutnya masih terjadi terhadap warga yang dinilai tidak mampu.
Baca Juga: Soroti 145 Kelurahan Belum Punya Karang Taruna, Legislator Golkar Ramly HI Minta Pemprov Cari Solusi
"Yang kedua, hentikan pengusiran di rumah susun. Sekali lagi, hentikan pengusiran warga di rumah susun," kata Ramly dalam rapat paripurna.
Ramly bahkan mengaku telah menerima bukti terkait warga rusun yang tetap diusir meski sedang dalam kondisi sakit.
"Saya sudah WA, ada bukti-bukti, bagaimana warga yang lagi kena flu, diusir keluar. Warga yang kena flu, diusir keluar," ujarnya.
Menurut Ramly, kondisi tersebut menjadi persoalan kemanusiaan yang perlu mendapat perhatian Pemprov DKI Jakarta.
"Ini perikemanusiaannya ada di mana ini?" kata Anggota Komisi E itu.
Ia kemudian meminta adanya evaluasi terhadap jajaran Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto. Ramly bahkan secara langsung meminta kepala dinas terkait diganti.
"Ganti itu kepala dinas perumahan susun," tegasnya.
Ramly menilai persoalan tersebut berkaitan dengan beban yang harus ditanggung masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di rusun.
"Ini dari atas sampai ke bawah mencari untung kepada rakyat yang tidak punya uang, tidak mampu, tidak termampu-mampu," ujarnya.
Selain persoalan pengusiran, Ramly juga menyinggung beban bunga yang menurutnya masih dirasakan warga rusun.
"Bunga per bunga. Sementara bahwa waktu Gubernur berkantor di sini sudah menyampaikan bahwa akan menghapus bunga, tetapi ternyata riba di atas riba," kata Ramly.
Ramly menegaskan persoalan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada Pemprov DKI Jakarta.
Ia pun kembali meminta Pramono menghentikan pengusiran terhadap warga rusun.
"Ini berkali-kali kita sampaikan. Tolong, Pak Gubernur, hentikan pengusiran rakyat di rumah susun," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





