Ketua Pansus DPRD DKI Soroti Jukir Liar di Minimarket: Dipasang Tulisan Parkir Gratis, Tapi Tetap Dipungut, Harusnya Begini!

AKURAT JAKARTA – Ketua Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Jupiter, menyoroti praktik parkir liar di sejumlah gerai ritel modern atau minimarket yang memasang tulisan parkir gratis, tetapi konsumen tetap diminta membayar oleh juru parkir (jukir).
Jupiter mengatakan, persoalan tersebut menjadi salah satu keluhan masyarakat yang diterima Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta.
Menurutnya, jika sebuah gerai sudah memasang spanduk atau informasi yang menyatakan parkir gratis, seharusnya konsumen tidak lagi diminta membayar kepada jukir.
"Pada prinsipnya gini, dari Pansus itu ingin bahwa mereka itu banyak memasang spanduk bahwa parkir ini gratis. Sementara banyak pengaduan dari masyarakat ke Pansus, surat yang masuk ke Pansus, seharusnya secara fair kalau misalnya ditulis bahwa di sini gratis, parkir gratis, jangan ada tukang parkir dong di situ," kata Jupiter kepada wartawan dikutip, Rabu (26/8/2026).
Jupiter menilai, praktik tersebut dapat merugikan konsumen karena dalam pelaksanaannya pengendara disebut tetap diminta memberikan uang parkir.
"Ini kan parkir liar. Tetapi seakan-akan ini dibiarkan oleh pemilik gerai," ujarnya.
Ia menyebut, konsumen membutuhkan kepastian saat memarkirkan kendaraan ketika berbelanja.
Terlebih, menurut Jupiter, terdapat pengendara yang merasa terpaksa memberikan uang parkir untuk menghindari persoalan dengan jukir.
"Karena pada praktiknya di lapangan secara fakta, mereka tuh diminta uang parkir itu dengan secara paksa. Jadi kalau misalnya pengendara motor tidak kasih, maka ini akan timbul ya masalah baru," tuturnya.
Baca Juga: Pelatih Timnas U-20 Nova Arianto Siapkan Skuad Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
Jupiter mengatakan, Pansus ingin memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman dan nyaman ketika berbelanja di gerai-gerai ritel.
Jika pengelola gerai memang ingin memberikan fasilitas parkir gratis, Jupiter meminta persoalan keberadaan jukir maupun anak kampung setempat atau akamsi dapat dikomunikasikan oleh pihak gerai.
"Kalau memang digratiskan, ya bagaimanalah komunikasi antara pihak gerai dengan pihak jukir (juru parkir) atau akamsi (anak kampung sini) yang ada di sana," katanya.
Namun, apabila pengelola gerai ingin tetap menyediakan layanan parkir berbayar, Jupiter mendorong agar pengelolaannya dilakukan secara legal melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





