Jakarta

Gedung Bapenda DKI Ludes Terbakar, Gubernur Pramono Pastikan Layanan Pajak Tak Terganggu

Laode Akbar | 9 Agustus 2026, 12:59 WIB
Gedung Bapenda DKI Ludes Terbakar, Gubernur Pramono Pastikan Layanan Pajak Tak Terganggu
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta (@yovamlf)

AKURAT JAKARTA – Kebakaran melanda Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jl. Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam lalu.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan pelayanan perpajakan di Jakarta tetap berjalan meski aktivitas sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di gedung tersebut terdampak.

Menurut dia, data perpajakan Bapenda telah terdigitalisasi sehingga kebakaran gedung tidak menyebabkan terganggunya proses penarikan pajak maupun layanan terkait perpajakan.

"Hal yang berkaitan dengan data perpajakan, sama sekali tidak menghadapi masalah karena sudah didigitalisasi," kata Pramono saat ditemui di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Baca Juga: Akhir Dua JPO Berdempetan di Rasuna Said, Gubernur Pramono Bakal Bongkar yang Lama Karena Tak Ramah Disabilitas

"Dengan demikian untuk hal yang berkaitan dengan kepentingan atau keperluan penarikan pajak dan sebagainya oleh Bapenda tidak terganggu," sambungnya.

Pramono mengatakan, kebakaran terjadi mulai sekitar pukul 21.30 WIB dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB. Api melanda lantai 11 hingga lantai 15 gedung tersebut.

"Sebagian besar OPD yang di sana adalah Bapenda, Dinas Perhubungan, BPSDM, dan sebagainya. Kurang lebih ASN-nya ada 1.000 orang," katanya.

Pramono mengatakan Pemprov DKI langsung mengambil langkah untuk memindahkan sementara aktivitas para ASN yang terdampak.

Baca Juga: Segini Kisaran Uang Gaji Paskibraka Nasional, Bisa Ditambah Bonus dan Beasiswa

Sebagian pegawai akan ditempatkan di Suku Dinas (Sudin) masing-masing, sementara Pemprov DKI juga menyiapkan salah satu gedung di kawasan Cikini untuk menampung aktivitas sebagian besar ASN tersebut.

Sebelum pemindahan dapat dilakukan sepenuhnya, para ASN akan menerapkan skema Work From Home (WFH) atau Work From Everywhere agar pelayanan pemerintahan tetap berjalan.

"Supaya tidak terganggu pekerjaan yang ada, maka kita melakukan yang disebut dengan Work From Home atau Work From Everywhere," ujar Pramono.

Namun, gangguan sementara diperkirakan terjadi pada operasional Dinas Perhubungan, khususnya sistem pengaturan lalu lintas yang terhubung dengan gedung tersebut.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.