Viral Tanggul Muara Baru Retak dan Timbul Rembesan Air Laut, Begini Respons Gubernur Pramono

AKURAT JAKARTA – Kondisi tanggul di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan rembesan air laut dan retakan pada jalan di sekitar tanggul ramai beredar di media sosial.
Air laut terus merembes dari sela-sela tanggul di kawasan permukiman Muara Baru, RT 20 RW 17, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Dalam video tersebut, permukaan air laut tampak lebih tinggi dibanding kawasan permukiman sehingga memunculkan kekhawatiran warga terhadap potensi banjir rob.
Baca Juga: Konten Hoaks Demo Agustus Masif di Media Sosial, Direktur IPR: Masyarakat Jangan Terpancing
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memantau kondisi di lapangan.
Ia menyebut rembesan yang terjadi masih dalam kategori kecil dan bukan kondisi yang mengkhawatirkan.
"Kebetulan saya mengikuti apa yang ada di Muara Baru. Memang ada rembesan-rembesannya, mohon maaf bukan yang besar tapi kecil, tapi memang merembas," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Pramono menjelaskan, permukaan air laut yang sempat terlihat lebih tinggi dipengaruhi fenomena banjir rob yang terjadi beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut kini sudah mulai berangsur normal.
"Kenapa kemudian permukaannya lebih tinggi? Memang kemarin-kemarin ini ada yang disebut dengan air rob, sehingga permukaannya mengalami kenaikan. Tapi kalau dilihat hari ini sebenarnya sudah turun kembali," ujarnya.
Meski demikian, Pramono mengaku telah meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk melakukan pengecekan dan pemantauan secara berkala terhadap tanggul di Muara Baru guna mengantisipasi kerusakan yang lebih serius.
"Jadi tentunya tetap tanggul yang ada di Muara Baru itu saya akan meminta kepada Sumber Daya Air untuk mengecek dan juga memonitor untuk itu supaya enggak terjadi seperti yang lalu," ucapnya.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu pun mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi kondisi tersebut. Berdasarkan laporan yang diterimanya, rembesan yang terjadi belum sampai pada tahap yang membahayakan.
"Tetapi alhamdulillah karena laporan yang kami dapatkan, itu bukan sesuatu yang kemudian harus menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Tapi memang betul ada rembesannya," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





