Jakarta

Fenomena El Nino Melanda Jakarta, Pedagang Es Kaki Lima Akui Penjualan Hanya Naik Tipis

Laode Akbar | 30 Juli 2026, 17:33 WIB
Fenomena El Nino Melanda Jakarta, Pedagang Es Kaki Lima Akui Penjualan Hanya Naik Tipis
Salah satu pedagang es jus buah di kawasan Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Fenomena El Nino atau musim kemarau yang melanda Jakarta belum memberikan lonjakan signifikan terhadap penjualan sejumlah pedagang es kaki lima.

Yani (40), pedagang es jus di kawasan Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, mengaku omzetnya memang meningkat, namun hanya sedikit dibandingkan hari biasa.

"Naik (pendapatan penjualan), paling dikit," kata Yani saat ditemui Akurat Jakarta di lapaknya, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Prediksi Skor Hradec Kralove vs Tromso di Kualifikasi UEL, 31 Juli 2026: Tuan Rumah Selangkah Menuju Babak Berikutnya

Menurut dia, daya beli masyarakat justru menjadi tantangan yang lebih besar dibanding cuaca panas. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan membuat pelanggan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

"Sekarang kayaknya agak berkurang ya, karena mungkin apa-apa mahal. Jadi orang jajannya nggak royal-royal banget," ujarnya.

Di sisi lain, Yani mengaku biaya operasional juga ikut meningkat. Sejumlah bahan baku seperti buah mengalami kenaikan harga, meski tidak terlalu signifikan.

"Ada yang naik, ada yang nggak. Jambu naik, jeruk, alpukat, mangga, pisang," katanya.

Selain buah, harga es batu dan plastik kemasan juga mengalami kenaikan. Namun, kondisi tersebut tidak diikuti dengan kenaikan harga jual es jus.

"Harga es batu naik, plastik naik, buah juga naik. Tapi harga esnya nggak naik, takut nggak ada yang beli," ungkap Yani.

Baca Juga: Prabowo Sentil KAI: Kereta Api Layanan Publik, Jangan Cuma Mengejar Untung

Meski demikian, ia mengaku masih bisa menyiasati kenaikan biaya tersebut agar usahanya tetap berjalan.

"Nggak ada kenaikan signifikan, ya pintar-pintar kita aja ngelolanya," ucapnya.

Yani juga mengatakan penggunaan es kristal tidak mengalami kendala selama musim kemarau karena disimpan di dalam boks sehingga tidak mudah mencair.

Hal senada disampaikan Dedi (38), pedagang es teh jumbo di sekitar Stasiun Gondangdia. Ia mengaku cuaca panas membuat jumlah pembeli bertambah, terutama pada siang hingga sore hari.

"Kalau lagi panas memang lebih ramai. Banyak yang habis turun dari kereta langsung beli minuman dingin," ujar Dedi.

Namun, menurutnya, kenaikan harga gula, es batu, dan gelas plastik membuat keuntungan yang diperoleh tidak sebesar kenaikan omzet.

"Penjualan naik sekitar 10 sampai 20 persen, tapi untungnya biasa saja karena modalnya juga ikut naik," katanya.

Baca Juga: BPMS 2026 Dibuka, Bantuan Ini Bisa Jadi Penyelamat Biaya Masuk Sekolah Swasta

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan kondisi iklim terkini bahwa fenomena El Nino 2026 telah aktif dan diprediksi berpotensi mencapai level sangat kuat.

Kondisi tersebut diprediksi memicu musim kemarau yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta berbagai dampak pada sektor strategis. Untuk itu, diperlukan penguatan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan secara nasional. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.