Legislator Golkar Minta Transjakarta Benahi Rute Permukiman: Bus Besar Jangan Paksa Masuk Jalan Sempit

AKURAT JAKARTA – Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengevaluasi penempatan armada bus di sejumlah rute yang melintasi jalan sempit. Menurutnya, penggunaan bus berukuran besar di kawasan tersebut justru memicu kemacetan.
Hal itu disampaikan Andri dalam rapat pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan 2026 bersama jajaran BUMD di Komisi B DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Andri mengaku menerima banyak keluhan masyarakat, terutama di wilayah Kemang dan daerah pemilihannya di Kalideres, Jakarta Barat. Ia menilai kondisi jalan di kawasan tersebut lebih cocok dilayani bus berukuran sedang.
"Beberapa saya dapat aduan di Kemang, terus di wilayah saya Kalideres. Jalannya itu sempit, hanya cukup untuk dua mobil berpapasan. Saat bus yang terlalu besar masuk, mau menyalip juga tidak bisa sehingga antrean kendaraan menjadi panjang," kata Andri.
Ia mempertanyakan mengapa armada bus medium yang dinilai lebih sesuai dengan karakteristik jalan lokal masih jarang terlihat beroperasi.
"Yang saya mau tanya, bus medium kita kok jarang kelihatan. Jumlahnya berapa? Karena yang melintas di jalan-jalan kecil itu malah bus-bus besar. Itu bikin kemacetan," ujarnya.
Andri meminta Transjakarta menjelaskan apakah minimnya operasional bus medium disebabkan keterbatasan armada atau faktor lain.
"Apakah kita kekurangan bus sedang atau memang bagaimana? Di jalan-jalan kecil seharusnya kalau bisa dikasih bus yang lebih sedang, jangan yang besar karena memakan badan jalan dan menimbulkan kemacetan," tuturnya.
Selain itu, Andri juga menyinggung keterlambatan pengadaan armada yang disebut menjadi salah satu penyebab munculnya sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA) Transjakarta.
Anggota Komisi B DPRD DKI itu meminta penjelasan mengenai penyebab tertundanya pengadaan tersebut.
"Dalam paparan disebut ada keterlambatan 30 unit dan 100 unit armada yang tertunda pengadaannya. Penyebabnya apa, itu juga perlu dijelaskan," katanya.
Menurut Andri, evaluasi terhadap pengadaan dan distribusi armada penting dilakukan agar pelayanan Transjakarta dapat lebih menyesuaikan kondisi ruas jalan di Jakarta sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan permukiman dan jalan lokal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







