Jakarta

Curhat Pedagang di Balik Pembongkaran JPO Tendean: Pembeli dari Seberang Berkurang, Omzet Menurun

Laode Akbar | 16 Juli 2026, 17:50 WIB
Curhat Pedagang di Balik Pembongkaran JPO Tendean: Pembeli dari Seberang Berkurang, Omzet Menurun
Pedagang di sekitar JPO Tendean yang kini telah dibongkar imbas ditabrak truk pengangkut alat berat (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, imbas ditabrak truk pengangkut alat berat tak hanya berdampak pada mobilitas pejalan kaki.

Sejumlah pedagang di sekitar lokasi mengaku mengalami penurunan omzet karena berkurangnya jumlah orang yang melintas sejak JPO tersebut tidak lagi berfungsi.

Salah seorang pedagang warung, Dedy (45), mengatakan usahanya mulai sepi setelah JPO dibongkar akibat rusak tertabrak truk pengangkut alat berat.

Baca Juga: Warga Harap JPO Tendean Dibangun Kembali, Sebut Akses Alternatif Terlalu Jauh dan Melelahkan

Menurutnya, selama ini JPO menjadi jalur utama pejalan kaki yang menyeberang sekaligus mampir ke lapak-lapak di sekitar lokasi.

"Ya berkurang. Orang yang biasanya nyeberang buat jajan sekarang enggak jadi ke sini. Langganan saya yang di seberang juga jadi susah datang," kata Dedy saat ditemui di lokasi, Rabu (15/7/2026).

Dedy yang telah berjualan di kawasan tersebut selama sekitar tiga tahun mengatakan, pembongkaran JPO membuat masyarakat harus berjalan lebih jauh untuk mencapai penyeberangan berlampu lalu lintas yang berada di dekat SPBU Shell.

Akibatnya, banyak calon pembeli memilih tidak menyeberang karena jaraknya terlalu jauh.

"Kalau sekarang kan harus muter dulu. Apalagi yang dari seberang, jadi banyak yang enggak jadi beli karena jauh," ujarnya.

Ia menambahkan, pelanggannya bukan hanya warga sekitar, tetapi juga pengendara yang berhenti di sisi seberang jalan. Kini, sebagian pelanggan tersebut tidak lagi datang karena akses menuju lapaknya menjadi lebih sulit.

"Yang kehabisan bensin misalnya, biasanya dorong motor terus nyeberang ke sini buat beli atau istirahat. Sekarang harus dorong lebih jauh lagi," ucapnya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang minuman di sekitar lokasi, Siti (38). Ia mengaku jumlah pembeli menurun sejak aktivitas pejalan kaki di sekitar bekas JPO berkurang drastis.

"Dulu banyak orang turun dari JPO terus beli minuman atau makanan sebelum lanjut jalan. Sekarang yang lewat jauh lebih sedikit, jadi dagangan juga ikut sepi," katanya.

Menurut Siti, kondisi tersebut membuat pendapatan hariannya turun hingga sekitar 30 persen dibandingkan saat JPO masih berfungsi.

"Harapannya ya JPO cepat dibangun lagi. Soalnya bukan cuma buat pejalan kaki, tapi juga berpengaruh ke pedagang kecil seperti kami," ujarnya.

Diketahui, JPO Tendean dibongkar setelah mengalami kerusakan parah akibat ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7/2026) dini hari.

Sejak pembongkaran dilakukan, pejalan kaki hanya dapat menggunakan penyeberangan berlampu lalu lintas yang berjarak ratusan meter dari lokasi bekas JPO.

Hingga kini, Dinas Bina Marga belum dapat memastikan kapan pembangunan ulang JPO tersebut akan dimulai. Sebab, proses penyusunan perencanaan teknis masih dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y