Legislator Golkar Andri Santosa Soroti Silpa Rp20,11 Miliar di Dinas PPKUKM, Minta Pemprov Evaluasi

AKURAT JAKARTA – Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, menyoroti masih adanya sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sebesar Rp20,11 miliar di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta.
Ia meminta sisa anggaran tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Andri dalam rapat kerja Komisi B DPRD DKI Jakarta saat membahas realisasi anggaran dan pelaksanaan program Dinas PPKUKM, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Legislator Golkar Farah Savira Dorong Setu Babakan Jadi Pusat Aktivitas Seni dan Budaya Jakarta
Menurutnya, tidak terealisasinya anggaran sebesar Rp20,11 miliar menjadi salah satu catatan penting yang perlu mendapat perhatian.
"Nah, ini yang menjadi catatan saya, salah satunya adalah tidak terealisasi ya terhadap Rp20,11 miliar sisa anggaran. Itu menjadi perhatian yang pertama," kata Andri.
Selain menyoroti Silpa, Andri juga mempertanyakan efektivitas Program Inkubasi Jagoan yang dijalankan Dinas PPKUKM.
Ia menilai cakupan program tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta yang mencapai sekitar 1,2 juta.
Berdasarkan data yang diterimanya, program tersebut hanya mampu menjangkau sekitar 100 pelaku UMKM setiap tahun.
"Program Inkubasi Jagoan itu tercatat bahwa UMKM kita ini sejumlah kurang lebihnya 1,2 juta pelaku UMKM. Namun setiap tahunnya, Ibu hanya dapat menjangkau 100 pelaku UMKM," ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu mempertanyakan apakah skema pembinaan yang berjalan saat ini sudah tepat. Menurutnya, dengan jumlah peserta yang hanya sekitar 100 orang setiap tahun, dibutuhkan waktu sangat lama untuk menjangkau seluruh pelaku UMKM di Jakarta.
"Dari 1,2 juta yang tersentuh tiap tahun hanya 100 pelaku UMKM. Nah, itu butuh waktu berapa puluh tahun kira-kira untuk bisa menjangkau seluruh pelaku UMKM supaya mereka itu bisa naik kelas, supaya mereka itu bisa bersaing," katanya.
Anggota Komisi B itu meminta jajaran Dinas PPKUKM mengkaji kembali desain program pembinaan UMKM agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Ia juga meminta masukan tersebut disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta sebagai bahan evaluasi kebijakan.
"Kalau pelaku UMKM itu yang terdaftar 1,2 juta sementara per tahun hanya bisa dijangkau 100, kira-kira ini sudah tepat apa belum? Tolong nanti sampaikan ke Bu Kadis bahwa ini perlu benar-benar dikaji secara komprehensif karena nggak tepat kalau per tahun itu hanya bisa menjangkau 100 pelaku UMKM," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







