Jakarta

Atasi Macet Jakarta, Gubernur Pramono Bakal Bangun Sejumlah Flyover di Titik Rawan Kemacetan

Laode Akbar | 2 Juli 2026, 15:24 WIB
Atasi Macet Jakarta, Gubernur Pramono Bakal Bangun Sejumlah Flyover di Titik Rawan Kemacetan
Proses pembangunan flyover Latumenten

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah lokasi rawan kemacetan yang berpotensi menjadi proyek flyover berikutnya setelah pembangunan Flyover Latumenten rampung.

Menurut Pramono, beberapa titik yang masuk dalam pembahasan antara lain kawasan Pejompongan, Pancasila, dan Bintaro.

Namun, ia menegaskan penentuan proyek prioritas masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat bersama jajaran Pemprov DKI.

"Yang pertama yang berkaitan dengan flyover yang belum dibangun, yang menjadi prioritas memang ada. Tadi Pak Kepala Dinas Bina Marga sudah melaporkan kepada saya, saya minta untuk secara resmi dilaporkan di rapat," kata Pramono saat meninjau pembangunan Flyover Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Pemprov DKI Tuntaskan Tanggul dan Jalan Inspeksi Kali Grogol, Gubernur Pramono: Sisa 600 Meter, Ditarget Rampung Tahun Ini

"Nanti kami akan segera putuskan mana yang memang sudah menjadi kebutuhan, termasuk apakah yang di Pejompongan, ataukah yang di Pancasila, atau yang di Bintaro," sambungnya.

Meski demikian, Pramono menegaskan fokus utama Pemprov DKI saat ini adalah menuntaskan pembangunan Flyover Latumenten yang dinilai menjadi salah satu titik kemacetan paling parah di Jakarta.

"Memang ada, tapi yang paling prioritas sekarang ini memang di tempat ini karena di tempat ini begitu menjadi kebutuhan," tuturnya.

Saat ini pembangunan Flyover Latumenten telah mencapai progres 55,2 persen dengan nilai proyek sekitar Rp259 miliar. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026.

Pramono mengatakan flyover tersebut dibangun untuk mengatasi kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api yang selama ini kerap menyebabkan antrean panjang kendaraan di kawasan Grogol, Slipi, Pluit, dan sekitarnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia, 3 Juli 2026: Mampukah La Roja Amankan Tiket 16 Besar dengan Mudah?

Setelah beroperasi, perlintasan sebidang akan ditutup sehingga kendaraan diarahkan melintasi flyover.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan keselamatan dengan menghilangkan potensi kecelakaan di perlintasan kereta.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan penutupan hanya dilakukan pada perlintasan rel kereta, sedangkan akses putar balik kendaraan dari arah utara maupun selatan tetap tersedia.

Selain itu, Flyover Latumenten juga akan terintegrasi dengan halte Transjakarta yang dibangun di atas flyover dan terhubung dengan Stasiun Grogol.

Pemprov DKI juga memastikan fasilitas tersebut dilengkapi akses ramah disabilitas melalui penyediaan lift yang akan dirawat secara berkelanjutan.

Baca Juga: Flyover Latumenten Ditarget Selesai Desember 2026, Saat Ini Progresnya Capai 55,2 Persen

Menurut Heru, keberadaan flyover akan memangkas waktu tempuh pengguna jalan yang sebelumnya harus menunggu buka-tutup palang kereta.

"Kalau kondisi saat ini memang waktu tempuhnya cukup panjang karena adanya perlintasan kereta api. Nantinya kendaraan bisa melintas langsung di atas flyover tanpa ada gangguan. Waktunya bisa lebih singkat, sekitar 10 sampai 15 menit yang tadinya tertahan di bawah, nanti langsung melintas," tuturnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.