Beasiswa LPDP Jakarta Bakal Dimulai 2027, Gubernur Pramono Ungkap Syarat Khusus dan Mekanismenya

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan syarat khusus serta mekanisme pelaksanaan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta yang akan mulai dilaksanakan pada 2027 mendatang.
Menurut Pramono, secara umum proses seleksi dan penyelenggaraan program akan mengikuti ketentuan yang berlaku di LPDP pusat.
Namun, terdapat satu persyaratan khusus yang harus dipenuhi calon penerima, yakni berstatus Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai warga Jakarta.
"Semua mekanismenya sama dengan pemerintah pusat, syarat khususnya adalah ber-KTP Jakarta. Itu saja," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/6/2026).
Baca Juga: Pecah Rekor, Pengunjung Ragunan Tembus 135.500 saat HUT Ke-499 Jakarta
Ia menjelaskan, program tersebut akan dijalankan melalui skema kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan LPDP pusat.
Dalam skema itu, Pemprov DKI bertugas menyediakan anggaran sekaligus menentukan penerima beasiswa.
Sementara itu, proses penyaluran dana tetap dilakukan melalui LPDP pusat sebagai lembaga resmi pengelola dana pendidikan nasional.
"Mekanismenya adalah kerja sama antara LPDP pusat dengan Pemerintah Jakarta. Sehingga anggarannya dari Pemerintah Jakarta, placement-nya, penentuan tempatnya, universitas juga dari mahasiswa yang bersangkutan, siapa yang dipilih juga oleh Pemerintah DKI Jakarta," ujar Pramono.
"Tetapi mekanisme keluarnya, karena LPDP itu hanya satu yaitu LPDP pusat, Pemerintah Pusat yang memfasilitasi itu," sambungnya.
Baca Juga: Libur Sekolah, KCIC Tebar Diskon Tiket Whoosh hingga 50 Persen
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk program beasiswa luar negeri LPDP versi Jakarta.
Dana tersebut akan dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan menjadi program beasiswa pertama yang dikelola langsung oleh Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa anggaran Rp100 miliar itu telah disepakati dan akan dimasukkan dalam pembahasan APBD.
Menurutnya, besaran anggaran tersebut diperkirakan dapat membiayai sekitar 50 hingga 75 mahasiswa.
"Jadi LPDP itu nilainya yang sudah disepakati di dalam dan akan disampaikan juga dalam APBD itu Rp100 miliar. Rp100 miliar ini untuk LPDP bisa antara 50 sampai 75 siswa," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6/2026) lalu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







