Jakarta

Gerakan Pilah Sampah Tak Hanya untuk Sekolah, Gubernur Pramono Akan Perluas hingga Tingkat Keluarga

Laode Akbar | 9 Juni 2026, 16:03 WIB
Gerakan Pilah Sampah Tak Hanya untuk Sekolah, Gubernur Pramono Akan Perluas hingga Tingkat Keluarga
Gerakan Pilah Sampah dari sumbernya menyasar rumah tangga.

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan program Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber tidak hanya menyasar sekolah-sekolah, tetapi juga akan diperluas hingga tingkat keluarga.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menangani persoalan sampah.

Pramono mengatakan, pelibatan siswa SMP, SMA, dan masyarakat dalam program pemilahan sampah merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026.

Baca Juga: Tak Sekadar Ditertibkan, Pemprov DKI Bakal Beri Pelatihan Kerja Bagi Jukir Liar Pemilik KTP Jakarta yang Terjaring Operasi

"Yang paling penting adalah mengubah behavior, mengubah karakter, mengubah cara, mengubah sifat orang dalam penanganan sampah," kata Pramono usai peresmian Jakarta Urban Knowledge Hub, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta akan menjalankan program tersebut secara serius dan masif. Bahkan, upaya pemilahan sampah tidak hanya akan dilakukan di lingkungan pendidikan.

"Bahkan kami sekarang sedang mempersiapkan bukan hanya melibatkan anak-anak SMP dan SMA, tetapi ini sudah menjadi kebutuhan keluarga untuk pilah sampah," ujarnya.

Pramono menilai penanganan sampah di Jakarta tidak lagi dapat dilakukan dengan pola yang selama ini berjalan. Karena itu, perubahan kebiasaan masyarakat menjadi salah satu langkah utama yang akan didorong pemerintah.

"Sudah enggak bisa lagi penanganan sampah di Jakarta dengan cara-cara yang seperti sebelumnya," tuturnya.

Baca Juga: Sosialisasi Tilawah Gemilang 2026, Pemkab Tangerang Jaring Potensi Desa yang Memiliki Daya Saing Tingkat Global

Politikus PDIP itu menjelaskan pemilahan sampah juga akan mempermudah pengelolaan sampah ke depannya, termasuk sebagai pasokan untuk pembangkit listrik tenaga sampah maupun pengolahan menjadi kompos dan biopori.

"Dengan pilah sampah maka persoalan untuk supply nanti ke pembangkit listrik tenaga sampah semakin mudah. Yang kedua juga bisa digunakan untuk kompos atau biopori," tukas Pramono.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melibatkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dasawisma, hingga juru pemantau jentik (Jumantik) dalam mendukung Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber yang mulai dijalankan di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, pelibatan unsur masyarakat tersebut dilakukan untuk memperkuat edukasi dan pendampingan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan lingkungan RW.

Baca Juga: Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Persija, Gubernur Pramono Harap STY Beri Kado Istimewa untuk Jakarta pada HUT ke-500 Tahun Depan

"Pendampingan dilakukan melalui pelibatan Kader PKK, Dasawisma, dan Jumantik yang memberikan edukasi pemilahan sampah secara langsung kepada warga," kata Dudi kepada wartawan, Kamis (28/5/2026) lalu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.