Jakarta

80 Persen Anak Pilih Curhat ke Teman Dibanding Orang Tua, Menteri PPPA: Ada Apa dengan Keluarga Kita?

Laode Akbar | 4 Juni 2026, 15:28 WIB
80 Persen Anak Pilih Curhat ke Teman Dibanding Orang Tua, Menteri PPPA: Ada Apa dengan Keluarga Kita?
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi

AKURAT JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi atau Arifah Fauzi, menyebut sebanyak 80 persen anak memilih mencurahkan masalah kepada teman dibandingkan ke orang tua.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Program Percontohan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak di Gedung Grha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut Arifatul, temuan tersebut berasal dari survei yang pernah dilakukan bersama Forum Anak Nasional di Jawa Tengah.

Baca Juga: 45 Kelurahan di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air PAM pada 5-6 Juni, Imbas Pemeliharaan Gardu Listrik PLN, Berikut Daftarnya

"Kami melakukan salah satu survei di Jawa Tengah yang melakukan survei forum anak nasional di daerah Jawa Tengah. Dalam waktu seminggu yang menjawab survei itu lebih dari 20 ribu anak," kata Arifatul.

Dari survei tersebut, terdapat satu jawaban yang menurutnya menjadi perhatian. Ketika anak-anak ditanya kepada siapa mereka akan bercerita jika menghadapi masalah, hanya sekitar 20 persen yang mengaku akan curhat kepada orang tua.

"Satu pertanyaannya begini: kalau kalian ada masalah kalian akan curhat ke siapa? 20 persen mereka jawab curhatnya kepada orang tua, tetapi 80 persen mereka curhatnya kepada teman," ujarnya.

Arifatul menilai kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena keluarga seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi.

"Ada apa dengan keluarga-keluarga kita sehingga anak-anak ini tidak berani curhat kepada orang tuanya," katanya.

Baca Juga: Gubernur Pramono Teken SKB dengan Wamen PPPA, Jakarta Jadi Percontohan Nasional Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu, penguatan keluarga menjadi fondasi utama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak maupun perempuan.

Sebab, banyak kasus yang tidak diketahui orang tua karena anak memilih menyimpan sendiri persoalan yang mereka hadapi.

Ia menekankan perlunya peningkatan edukasi dan literasi di lingkungan keluarga agar komunikasi antara orang tua dan anak dapat terbangun lebih baik.

"Basicnya adalah di keluarga. Maka bagaimana kita memberikan pemahaman edukasi literasi yang paling basic di keluarga untuk menguatkan semuanya," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.