Jakarta

Dua Ruas Jalan Amblas Lenteng Agung Kini Bisa Dilalui, Wagub Rano Apresiasi Bisa Rampung dalam 5 Hari

Laode Akbar | 2 Juni 2026, 22:31 WIB
Dua Ruas Jalan Amblas Lenteng Agung Kini Bisa Dilalui, Wagub Rano Apresiasi Bisa Rampung dalam 5 Hari
Wagub Rano Karno beserta jajarannya meninjau lokasi perbaikan jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan

AKURAT JAKARTA - Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang sebelumnya ditutup akibat amblasnya badan jalan, kini kembali dibuka dan dapat dilalui kendaraan secara normal.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan penanganan kerusakan dilakukan secara cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan apresiasi kepada jajaran teknis yang berhasil menyelesaikan pekerjaan dalam waktu sekitar empat hingga lima hari.

Baca Juga: Legislator Golkar Alia Laksono Dukung E-Election, namun Sebut Masih Banyak Warga yang Belum Melek Digital

Menurut Rano, pembukaan kembali ruas Jalan Raya Lenteng Agung menjadi langkah penting mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Depok, Jawa Barat.

"Saya cukup terkejut, dalam waktu lima hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi sangat baik. Awalnya saya sempat meminta Dinas Bina Marga melakukan pelapisan ulang aspal, tetapi melihat hasilnya sekarang, itu tidak diperlukan lagi," kata Rano saat meninjau lokasi perbaikan pada Selasa (2/6/2026).

Insiden jalan amblas terjadi pada Jumat pagi pekan lalu. Setelah kejadian, Pemprov DKI Jakarta langsung menutup akses jalan guna menjaga keselamatan masyarakat, sekaligus menurunkan alat berat dan mempercepat proses penanganan di lapangan.

Rano menyebut petugas bekerja hampir tanpa henti selama empat hari untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur.

"Petugas bekerja siang dan malam selama hampir empat hari. Alhamdulillah, hari ini dua ruas jalan sudah kembali dibuka dan dapat dilalui normal," ujarnya.

Meski akses utama telah dibuka, Pemprov DKI tetap melanjutkan sejumlah pekerjaan lanjutan, termasuk pembenahan sisi kiri dan kanan jalan serta perbaikan bahu jalan agar arus lalu lintas dapat kembali berjalan optimal.

Dalam kesempatan yang sama, Rano bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, juga mengungkap hasil penelusuran awal terkait penyebab amblasnya jalan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, kerusakan dipicu oleh pengeroposan struktur pipa besi bergelombang atau Aramco yang diperkirakan telah berusia lebih dari 30 tahun.

"Jenis besi ini usianya sudah cukup tua. Struktur yang menua pasti mengalami pengeroposan. Fenomena seperti ini juga bisa saja terjadi di titik lain di Jakarta karena masih ada struktur Aramco dengan kondisi serupa," ujar Rano.

Ia menjelaskan proses perbaikan di lokasi memiliki tantangan tersendiri karena aliran air di bawah jalan berasal dari kawasan waduk Universitas Indonesia dan melintas di bawah jalur rel kereta api. Kondisi tersebut membuat metode penggalian biasa tidak memungkinkan untuk diterapkan.

Sebagai solusi, penanganan dilakukan melalui metode pengeboran atau penekanan pipa secara langsung menuju saluran terkait.

Selain itu, struktur saluran baru juga diperkuat menggunakan beton berkualitas tinggi K-400 guna meningkatkan daya tahan infrastruktur.

Untuk mencegah kejadian serupa, Pemprov DKI melalui Dinas SDA saat ini tengah melakukan inventarisasi dan pemetaan terhadap jaringan saluran yang masih menggunakan struktur Aramco berusia tua.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi titik rawan sekaligus mempercepat upaya mitigasi jika ditemukan potensi kerusakan di lokasi lain.

"Kami tidak ingin menutup-nutupi risiko yang ada, tetapi fokus pada langkah antisipasi. Semua skenario harus disiapkan," tukas Rano. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y