Wagub Rano Ajak Korban Kebakaran Kemayoran Pindah ke Rusun Tapi Ditolak Warga, Begini Reaksinya!

AKURAT JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengajak warga korban kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk mempertimbangkan tinggal di rumah susun (rusun). Namun, ajakan itu mendapat respons penolakan dari sebagian warga.
Rano mengatakan dirinya sempat berbincang langsung dengan warga saat meninjau lokasi kebakaran.
Dalam perbincangan tersebut, ia menawarkan kemungkinan hunian vertikal sebagai solusi tempat tinggal yang dinilai lebih layak.
Baca Juga: 7 Camilan Favorit yang Bikin Suasana Nobar Piala Dunia Makin Pecah, Siapkan Segera!
"Tadi sambil lalu saya ngomong dengan beberapa warga, 'enggak mau coba di rumah susun?'," kata Rano kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Namun menurut dia, warga mengaku enggan meninggalkan kawasan yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka karena memiliki ikatan emosional yang kuat.
"'Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini'," ujar Rano menirukan jawaban warga.
Rano mengaku memahami alasan tersebut karena dirinya juga lahir dan besar di kawasan Kemayoran. Meski begitu, ia menilai masyarakat perlu mulai mempertimbangkan aspek kelayakan hunian.
"Saya bilang, 'Eh saya lahir di Kemayoran, di Kepu, ari-ari saya juga saya tanam di Kemayoran, masa kita mau berjubel-jubel tinggal di sini?'" katanya.
Mantan anggota DPR RI itu menjelaskan persoalan kawasan Kebon Kosong bukan masalah baru dan telah berlangsung cukup lama.
Menurut dia, pemerintah terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa rumah susun dapat menjadi pilihan hunian yang lebih baik.
"Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak," tukas Rano.
Diketahui, kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam, berdampak pada ratusan bangunan dan memaksa ratusan warga mengungsi.
Pemprov DKI Jakarta mencatat ratusan kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut.
Rano menyebutkan berdasarkan data rekapitulasi sementara, kebakaran berdampak pada 304 bangunan dengan total 354 kepala keluarga (KK) atau 679 jiwa terdampak. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







