Tarif Transjabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta Bakal Dibedakan dengan Lainnya, Gubernur Pramono Ungkap Alasannya

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan alasan tarif layanan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang akan dibedakan dibanding layanan Transjakarta lainnya.
Menurutnya, perbedaan tarif dipertimbangkan karena rute menuju Bandara Soekarno-Hatta memiliki jarak yang lebih jauh, titik pemberhentian lebih banyak, hingga biaya operasional yang lebih tinggi.
"Kenapa yang Soekarno-Hatta berbeda? Karena yang pertama karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga kosnya lebih tinggi dibandingkan di tempat lain," kata Pramono kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Ia menegaskan, Pemprov mempertimbangkan agar subsidi untuk layanan tersebut tidak terlalu besar.
"Maka tentunya pengeluarannya juga tidak supaya subsidinya tidak terlalu tinggi," ujar mantan Sekretaris Kabinet RI itu.
Meski demikian, Pramono mengatakan keputusan final mengenai tarif layanan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta belum ditetapkan.
Saat ini masa evaluasi masih berlangsung setelah sebelumnya Pemprov DKI memberikan waktu selama tiga bulan sejak layanan itu diluncurkan.
"Tarif TJ pada waktu saya secara resmi mencanangkan, kan pada waktu itu dikasih period untuk tiga bulan. Dan tiga bulan kan belum selesai, baru akan selesai, dan segera akan kita putuskan untuk itu," jelasnya.
Baca Juga: Jangan Panik Saat Makeup Luntur, Begini Trik Touch Up Ulang dengan Cepat yang Wajib Dicoba
Sebelumnya, Pramono meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) di Terminal Blok M Jalur 6, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
Pramono mengatakan, kehadiran rute ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi saat bepergian ke bandara.
"Selama ini sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara. Padahal, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai lebih dari 54,9 juta orang per tahun," ujar Pramono. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






