Jakarta

Tarif Transjabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta Bakal Dibedakan dengan Lainnya, Gubernur Pramono Ungkap Alasannya

Laode Akbar | 8 Mei 2026, 17:51 WIB
Tarif Transjabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta Bakal Dibedakan dengan Lainnya, Gubernur Pramono Ungkap Alasannya
Gubernur Pramono saat resmikan rute Blok M - Bandara Soetta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan alasan tarif layanan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang akan dibedakan dibanding layanan Transjakarta lainnya.

Menurutnya, perbedaan tarif dipertimbangkan karena rute menuju Bandara Soekarno-Hatta memiliki jarak yang lebih jauh, titik pemberhentian lebih banyak, hingga biaya operasional yang lebih tinggi.

"Kenapa yang Soekarno-Hatta berbeda? Karena yang pertama karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga kosnya lebih tinggi dibandingkan di tempat lain," kata Pramono kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Gubernur Pramono Bakal Majukan Jam Pelaksanaan CFD Jadi Pukul 05.00 WIB Mulai Juni 2026, Ini Alasannya

Ia menegaskan, Pemprov mempertimbangkan agar subsidi untuk layanan tersebut tidak terlalu besar.

"Maka tentunya pengeluarannya juga tidak supaya subsidinya tidak terlalu tinggi," ujar mantan Sekretaris Kabinet RI itu.

Meski demikian, Pramono mengatakan keputusan final mengenai tarif layanan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta belum ditetapkan.

Saat ini masa evaluasi masih berlangsung setelah sebelumnya Pemprov DKI memberikan waktu selama tiga bulan sejak layanan itu diluncurkan.

"Tarif TJ pada waktu saya secara resmi mencanangkan, kan pada waktu itu dikasih period untuk tiga bulan. Dan tiga bulan kan belum selesai, baru akan selesai, dan segera akan kita putuskan untuk itu," jelasnya.

Baca Juga: Jangan Panik Saat Makeup Luntur, Begini Trik Touch Up Ulang dengan Cepat yang Wajib Dicoba

Sebelumnya, Pramono meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) di Terminal Blok M Jalur 6, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Pramono mengatakan, kehadiran rute ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi saat bepergian ke bandara.

"Selama ini sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara. Padahal, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai lebih dari 54,9 juta orang per tahun," ujar Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.