Jakarta

Jakarta Masih Hujan Meski Diprediksi El Nino, Gubernur Pramono Instruksikan Pengerukan Sungai

Laode Akbar | 7 Mei 2026, 21:51 WIB
Jakarta Masih Hujan Meski Diprediksi El Nino, Gubernur Pramono Instruksikan Pengerukan Sungai
Ilustrasi hujan

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung meminta jajarannya tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi periode El Nino mulai terjadi sejak akhir April hingga September 2026.

Pramono mengatakan kondisi cuaca belakangan masih menunjukkan curah hujan tinggi di Jakarta, bahkan sempat mencapai hampir 150 milimeter per hari hingga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.

"BMKG secara resmi sebenarnya sudah menyampaikan bahwa bulan April akhir sampai dengan September itu akan El Nino," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Polda Sumsel Ungkap Identitas 20 Korban Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Musi Rawas, Berikut Nama-Namanya

Namun, menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan hujan masih kerap turun dengan intensitas tinggi meski periode kemarau diprediksi mulai berlangsung.

"Tetapi kenyataannya beberapa kali masih hujan, termasuk yang kemarin dengan curah hujan yang hampir 150 milimeter per hari yang menyebabkan banjir," ujarnya.

Karena itu, Pramono mengaku telah menginstruksikan jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk mempercepat langkah antisipasi, termasuk pengerukan sungai di berbagai titik.

"Maka saya sudah memerintahkan kepada jajaran Bappeda, kemudian juga kepada Sumber Daya Air untuk tetap mengantisipasi dan melakukan pengerukan sungai-sungai yang ada supaya kita tidak seperti kemarin," tuturnya.

Politikus PDIP itu menilai kondisi cuaca yang tidak menentu harus diantisipasi serius agar banjir akibat saluran tersumbat maupun penumpukan sampah tidak kembali terjadi.

"Dan kemarin memang informasinya sudah El Nino, sudah kering, tapi ternyata hujan. Dan itu menyebabkan beberapa tempat yang sampah dan sebagainya menghambat, dan itu yang tidak boleh terjadi lagi," katanya.

Diketahui, pasca Konferensi Pers untuk Prediksi Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tanggal 4 Maret 2026 yang lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa beberapa wilayah yang telah memasuki musim kemarau adalah sebagian kecil wilayah Aceh, sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian kecil NTB, sebagian kecil NTT dan Maluku, serta sebagian kecil Papua Barat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y