Tekan Polusi Udara di Jakarta, Gubernur Pramono Targetkan 10.000 Bus Listrik pada Tahun 2030

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyiapkan langkah strategis untuk menekan polusi udara di ibu kota.
Salah satu target yang direncanakan adalah menghadirkan 10.000 bus listrik untuk Transjakarta pada 2030.
Pramono menyebut, upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam memperbaiki kualitas udara yang belakangan kerap menjadi sorotan.
Baca Juga: Akun Instagram Hilang, Ahmad Dhani Sambangi Bareskrim Polri
"Dalam program ke depan saya menargetkan tahun 2030 Jakarta sudah betul-betul semua mobil busnya, EV busnya atau bus listrik yang jumlahnya kurang lebih 10.000 akan kami wujudkan," ujar Pramono kepada wartawan, Senin (4/4/2026).
Saat ini, jumlah armada bus listrik di Jakarta masih dalam tahap pengembangan. Hingga tahun ini, baru sekitar 460 unit yang telah beroperasi, dengan rencana penambahan dalam skala lebih besar pada tahun mendatang.
Selain itu, Pemprov DKI juga mengandalkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi lain untuk persoalan energi dan limbah.
Pramono mengatakan, PLTSa yang tengah disiapkan diproyeksikan mampu menghasilkan listrik hingga 120 megawatt.
Baca Juga: Fenomena Awan Pelangi yang Viral di Jonggol Bogor, Ini Penjelasan BMKG
"Salah satu yang utama adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah, kalau nanti sudah selesai kurang lebih akan menghasilkan sampai dengan 120 megawatt," katanya.
Politikus PDIP itu menambahkan, kehadiran PLTSa diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara yang selama ini berkontribusi terhadap pencemaran udara, terutama dari kawasan industri di luar Jakarta.
"Kalau itu bisa dikurangi, terutama di daerah Suralaya yang kemudian udaranya masuk ke Jakarta, itu akan secara signifikan mengurangi," katanya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkerjasama dengan Danantara akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di sejumlah lokasi strategis.
Gubernur Pramono menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama dilakukan untuk pembangunan dua fasilitas PLTSa, masing-masing di kawasan Bantargebang, Bekasi dan Tanjungan, Kamal Muara, Jakarta Utara. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





