Jakarta

Gubernur Pramono Curhat ke Wartawan: Pencairan KJP dan KJMU Telat Dua Hari Saja, 1.000 Aduan Masuk ke Medsos Saya!

Laode Akbar | 4 Mei 2026, 15:38 WIB
Gubernur Pramono Curhat ke Wartawan: Pencairan KJP dan KJMU Telat Dua Hari Saja, 1.000 Aduan Masuk ke Medsos Saya!
Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan tingginya respons masyarakat terhadap layanan publik di era media sosial.

Bahkan, keterlambatan penyaluran bantuan pendidikan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) selama dua hari saja langsung memicu ribuan aduan dari warga.

"Sekarang eranya adalah era sosial media, bahkan kemarin keterlambatan dua hari untuk KJP dan KJMU itu saja sudah langsung akun sosmed saya 1.000 orang lebih melaporkan itu," ujar Pramono kepada wartawan, Senin (4/4/2026).

Baca Juga: Siap-Siap! 5SOS Gelar Konser "EVERYONE'S A STAR!" di Jakarta pada November 2026: Cek Harga Tiket dan Cara Belinya

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah semakin tinggi, terutama dalam hal kecepatan layanan dan respons terhadap keluhan.

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk merespons setiap laporan warga, baik yang disampaikan melalui aplikasi resmi maupun kanal media sosial.

"Setiap ada laporan masyarakat, baik itu melalui JAKI atau laporan langsung melalui kanal yang dimiliki oleh pemerintah DKI Jakarta, tentunya pemerintah ingin segera hadir untuk menyelesaikan itu," katanya.

Ia mencontohkan, sejumlah persoalan infrastruktur seperti jalan amblas di kawasan Gatot Subroto yang sempat viral di media sosial langsung ditangani dan kini dalam proses perbaikan.

Baca Juga: Gandeng Danantara, Pemprov DKI Bakal Bangun Dua PLTSa Baru di Bantargebang dan Kamal Muara

Dengan derasnya arus aduan yang masuk, Pemprov DKI dituntut bekerja lebih cepat dan adaptif dalam merespons berbagai persoalan warga.

Pramono pun mengakui bahwa kompleksitas masalah di lapangan semakin tinggi, seiring dengan perkembangan teknologi informasi.

"Masukan, saran, kritik bagi pemerintah DKI Jakarta akan kami tangani," tukas mantan Sekretaris Kabinet RI itu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.