Efek BBM Nonsubsidi Naik, Legislator Golkar Andri Santosa Minta Transjakarta Antisipasi Lonjakan Penumpang

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berdampak pada kondisi lalu lintas di Jakarta.
Situasi ini pun berpotensi memicu lonjakan pengguna transportasi umum, sehingga operator seperti Transjakarta diminta segera menyiapkan langkah antisipasi.
Andri mengungkapkan bahwa perubahan kondisi jalan sudah mulai terasa dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Ahmed Zaki Iskandar: Regulasi Pemain Muda Jadi Kunci Keberlanjutan Pembinaan
Ia menyebut lalu lintas cenderung lebih lengang dibandingkan biasanya, terutama di jam-jam sibuk.
"Saya beberapa hari ini merasakan sendiri, jalanan lebih sepi, tidak macet seperti biasanya. Bahkan saya jarang lihat mobil berbahan bakar solar di jalan," ujar Andri dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kondisi ini tidak lepas dari kenaikan harga BBM, khususnya jenis solar dan BBM non-subsidi yang kini dinilai cukup tinggi.
Hal itu diduga membuat sebagian pengguna kendaraan pribadi mulai mengurangi mobilitas atau mempertimbangkan beralih ke transportasi umum.
Melihat tren tersebut, Andri meminta Transjakarta untuk segera menyiapkan skenario menghadapi potensi lonjakan penumpang.
"Harus disiapkan perencanaan, kalau terjadi peralihan besar-besaran dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Ini bisa jadi momentum, tapi juga tantangan," katanya.
Ia menekankan pentingnya kesiapan dari sisi armada, layanan, hingga manajemen operasional agar peningkatan jumlah penumpang tidak justru menurunkan kualitas layanan.
Selain itu, Andri juga mengingatkan potensi dampak lanjutan jika harga BBM kembali mengalami kenaikan dalam waktu dekat.
Anggota Komisi B itu menyoroti pernyataan pemerintah pusat terkait ketahanan stok energi yang terbatas, yang bisa berujung pada penyesuaian harga berikutnya.
"Kalau nanti BBM lain ikut naik, ini pasti berdampak ke biaya operasional Transjakarta. Harus ada plan A dan plan B dari sekarang," tegasnya.
Diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara perihal kenaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang mulai berlaku pada Sabtu, 18 April 2026.
Penyesuaian harga ini terutama terjadi pada produk bensin beroktan tinggi dan solar non-subsidi.
Bahlil menegaskan kenaikan harga BBM non subsidi merupakan hal yang wajar karena mengikuti mekanisme pasar.
Menurutnya, pemerintah hanya memiliki kewenangan penuh untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






