Jakarta

Kurangi Risiko Kecelakaan di Perlintasan Kereta, Pemprov DKI Targetkan Flyover Latumenten Rampung Tahun Ini

Laode Akbar | 29 April 2026, 16:23 WIB
Kurangi Risiko Kecelakaan di Perlintasan Kereta, Pemprov DKI Targetkan Flyover Latumenten Rampung Tahun Ini
Desain flyover Latumenten, Jakarta Barat

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempercepat pembangunan flyover di kawasan Jalan Latumenten, Jakarta Barat sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, menjelaskan bahwa proyek flyover Latumenten telah dimulai sejak akhir 2025 dan ditargetkan rampung pada 2026. Pembangunan ini dilakukan dengan skema multiyears.

"Pemprov DKI saat ini sedang membangun flyover di Jalan Latumenten. Ini merupakan proyek multiyears yang dimulai pada akhir 2025 dan akan dituntaskan pada tahun ini," ujar Afan di kawasan Semanan, Jakarta Barat, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: Masih Banyak Perlintasan Sebidang Rel Kereta di Jakarta Tanpa Palang Pintu, Wagub Rano: Minimal Ada Penjaganya!

Flyover tersebut diharapkan dapat menghilangkan perlintasan sebidang di kawasan tersebut, sehingga tidak lagi terjadi perpotongan langsung antara arus kendaraan dan jalur kereta api.

Dengan demikian, potensi kecelakaan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kelancaran lalu lintas di salah satu koridor padat di Jakarta Barat.

Pemprov DKI Jakarta menilai pembangunan flyover dan underpass merupakan langkah strategis untuk menggantikan perlintasan sebidang yang selama ini masih menjadi titik rawan kecelakaan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menyoroti masih adanya perlintasan sebidang kereta api yang belum dilengkapi palang pintu otomatis di sejumlah wilayah di ibu kota.

Kondisi ini menjadi perhatian serius menyusul insiden tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur yang menelan korban jiwa.

Baca Juga: Update Korban Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur: 15 Orang Meninggal Dunia, 53 Masih Dirawat

Wagub Rano mengakui bahwa tidak semua perlintasan di ibu kota memiliki sistem penutupan otomatis.

Namun, ia memastikan titik-titik tersebut tetap dijaga petugas sebagai langkah mitigasi keselamatan.

"Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga," ujar Rano.

Menurutnya, keberadaan penjaga menjadi solusi sementara untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, khususnya di lokasi yang belum memiliki palang pintu.

Meski demikian, sistem ini dinilai belum ideal karena masih bergantung pada faktor manusia. Karena itu, Rano menegaskan bahwa kondisi tersebut akan terus dievaluasi oleh Pemprov DKI.

Baca Juga: Legislator Golkar Farah Savira Soroti Pungutan Perpisahan Sekolah, Khawatir Memberatkan Orang Tua

Ia menyebut, peristiwa kecelakaan di wilayah lain harus menjadi pengingat penting untuk memperkuat sistem keselamatan di perlintasan sebidang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.