Jakarta

Belajar dari Teknologi Brasil, Wagub Rano Kaji Inovasi Olah Tangkapan Ikan Sapu-Sapu Menjadi Arang

Laode Akbar | 21 April 2026, 16:30 WIB
Belajar dari Teknologi Brasil, Wagub Rano Kaji Inovasi Olah Tangkapan Ikan Sapu-Sapu Menjadi Arang
Hasil tangkapan ikan sapu-sapu di perairan Jakarta oleh petugas gabungan

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melirik inovasi pengolahan ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai guna, salah satunya arang.

Gagasan ini muncul setelah masifnya penangkapan ikan invasif tersebut di sejumlah perairan Jakarta.

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengatakan pihaknya tengah mengkaji teknologi yang pernah diterapkan di Brasil dalam menangani persoalan serupa.

Baca Juga: Bank Jakarta XPORIA 2026 Disambut Antusias ASN dan UMKM, Transaksi Digital Dongkrak Penjualan

"Ada usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brasil. Ternyata ikan sapu-sapu ini bisa menjadi komponen lain, bahkan bisa menjadi arang. Itu kemarin saya kirim ke Dinas Lingkungan Hidup untuk dikaji," ujar Rano di Balai Kota Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari evaluasi setelah operasi penangkapan ikan sapu-sapu yang menghasilkan tangkapan hingga 6,98 ton. Jumlah tersebut diakui di luar perkiraan pemerintah.

"Kemarin itu kan baru pertama kali, kita juga kaget jumlahnya bisa sampai sekian ton," katanya.

Rano menegaskan, ke depan Pemprov DKI tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga pengolahan hasil tangkapan agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Ia juga mengakui metode penanganan sebelumnya masih perlu dibenahi, termasuk soal proses penguburan ikan secara hidup-hidup yang menuai kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Ke depan tentu kita benahi. Mungkin harus dimatikan dulu, dan kita cari cara supaya bisa diolah, tidak sekadar dibuang," ucapnya.

Mantan anggota DPR RI itu menambahkan, persoalan ikan sapu-sapu tidak bisa dianggap sepele karena berdampak pada ekosistem perairan.

Oleh karena itu, diperlukan solusi berkelanjutan yang tidak hanya mengatasi populasi, tetapi juga memanfaatkan hasil tangkapan.

"Ini program yang harus kita lakukan karena banyak sekali masalah yang ditimbulkan ikan ini. Jadi kita cari solusi yang lebih baik," kata Rano.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara massal di lima wilayah kota administrasi, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Sebanyak 640 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut. Hasilnya, sekitar 68.880 ekor ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dengan total berat mencapai 6,98 ton. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y