Perkuat Sinergi dengan BGN, Gubernur Pramono: Program MBG Investasi Masa Depan Jakarta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu investasi terbesar Jakarta dalam membangun masa depan generasi muda.
Hal itu disampaikannya usai penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Gizi Nasional (BGN) di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2026).
Ia menyebut kerja sama tersebut bukan sekadar menjalankan program prioritas nasional, tetapi langkah strategis memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
"Saya merasa sangat bangga karena apa yang dilakukan melalui program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak yang luar biasa dan signifikan bagi Jakarta," ujar Pramono.
Ia menegaskan bahwa MBG merupakan tindak lanjut dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.
Pemprov DKI Jakarta, kata Pramono, memastikan implementasinya berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Ini bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," ucapnya.
Politikus PDIP itu juga mengapresiasi laporan positif dari Kepala BGN Prof. Dadan Hindayana mengenai perkembangan Jakarta.
Menurutnya, dampak MBG tak hanya terlihat pada kondisi gizi anak, tetapi juga pada perbaikan indikator sosial dan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta secara year-on-year tercatat 5,21 persen, mengungguli nasional yang berada di angka 5,11 persen.
"Yang paling membahagiakan adalah indikator yang berkaitan langsung dengan perbaikan gizi masyarakat," kata Pramono.
Ia menyebut penurunan stunting, turunnya tingkat kemiskinan, peningkatan lapangan kerja, serta kondisi pendidikan anak-anak Jakarta yang dinilai sangat baik sebagai bukti nyata dampak program tersebut.
Dukungan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang diberikan kepada lebih dari 700 ribu siswa juga memperkuat keberlanjutan pembangunan SDM.
Di sisi lain, distribusi pertumbuhan ekonomi kini dinilai semakin merata. Gini ratio Jakarta yang bertahun-tahun berada di kisaran 0,39–0,41 mulai menunjukkan penurunan.
"Meskipun belum besar, hal ini menjadi sinyal yang sangat positif," ujarnya.
Pramono juga menekankan pentingnya menjaga rantai pasok pangan melalui kolaborasi dengan BUMD sektor pangan dan keuangan.
Bank Jakarta, ujarnya, menjadi salah satu instrumen pembiayaan profesional yang disiapkan untuk mendukung keberlanjutan program.
"Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya agar rantai pasok pangan dapat dikelola secara optimal," jelasnya.
"Dengan begitu, sinergi antara Badan Gizi Nasional dan Pemprov DKI Jakarta semakin kuat dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat," kata Pramono. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







