Fenomena Alam, Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor

AKURAT JAKARTA — Kebun Raya Bogor (KRB) kembali menjadi pusat perhatian publik setelah salah satu koleksi paling berharganya, bunga bangkai raksasa jenis Amorphophallus titanum, mekar sempurna pada Jumat (6/2/2026) pagi.
Fenomena alam yang tergolong langka ini menjadi magnet bagi ratusan pengunjung yang ingin menyaksikan langsung keagungan flora asli Indonesia tersebut.
Bunga yang mencapai tinggi 140 sentimeter ini bukan sekadar tanaman biasa. Ia merupakan hasil budidaya yang telah ditanam di KRB sejak tahun 1992.
Mengingat siklus hidupnya yang unik, momen mekarnya bunga ini sangat dinanti-nantikan oleh para peneliti dan pencinta lingkungan. Catatan pihak pengelola menunjukkan, individu tanaman ini terakhir kali mekar sempurna pada tahun 2014 silam.
Sejak pagi hari, antrean panjang terlihat mengular di sekitar lokasi tanaman. Para pengunjung tidak hanya datang dari wilayah Bogor, tetapi juga dari luar kota seperti Jakarta.
Mereka rela bersabar demi mencium aroma khas dan melihat struktur bunga tertinggi di dunia tersebut sebelum layu kembali.
Baca Juga: Data BPS: Pengangguran di Jakarta Naik 6,31 Persen, Jadi 349 Ribu Orang per November 2025
"Sangat antusias, saya sengaja datang ke sini setelah mengetahui informasi dari media sosial. Ini momen langka, belum tentu sepuluh tahun lagi kita bisa melihatnya lagi," ujar Riane, salah seorang pengunjung asal Jakarta yang ditemui di lokasi.
Penjagaan Ketat demi Kelestarian Menyikapi tingginya animo masyarakat, pihak pengelola Kebun Raya Bogor memberlakukan protokol khusus untuk menjaga kelestarian tanaman sensitif tersebut.
Penjagaan di sekitar area bunga diperketat dan durasi kunjungan bagi tiap kelompok dibatasi secara berkala.
"Kami harus membatasi waktu pengunjung di area lokasi untuk menjaga ekosistem tanaman agar tidak rusak. Selain itu, langkah ini diambil guna memastikan kenyamanan bersama mengingat antrean yang cukup panjang," jelas Pengelola Kebun Raya Bogor, Zaenal Arifin.
Masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini diimbau untuk segera berkunjung. Secara biologis, masa mekar sempurna Amorphophallus titanum tergolong sangat singkat, biasanya hanya bertahan selama dua hingga tiga hari sebelum akhirnya layu dan memasuki fase dorman kembali.
Bagi Kebun Raya Bogor, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya upaya konservasi eks-situ terhadap kekayaan hayati nusantara yang kian terancam di habitat aslinya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


