Data BPS: Pengangguran di Jakarta Naik 6,31 Persen, Jadi 349 Ribu Orang per November 2025

AKURAT JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat 349 ribu warga Jakarta berstatus pengangguran pada November 2025.
Dibanding Agustus 2025, terjadi penambahan penduduk bekerja sebanyak 67 ribu orang, namun jumlah pengangguran justru naik 18,63 ribu orang.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan pasar kerja Ibu Kota masih belum sepenuhnya pulih dalam hal penyerapan tenaga kerja.
Baca Juga: Fenomena Langka Gerhana Matahari Cincin Bakal Sambangi Indonesia pada 17 Februari 2026
"Peningkatan angkatan kerja ini belum diimbangi penciptaan lapangan kerja untuk yang bersifat pekerja penuh," ujar Kadarmanto dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/2/2026).
Kenaikan jumlah pengangguran ini membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jakarta naik menjadi 6,31 persen, atau meningkat 0,26 persen poin dari periode sebelumnya.
Menurut Kadarmanto, dinamika ini patut dicermati karena penyerapan tenaga kerja belum mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja.
"Jumlah angkatan kerja di Jakarta meningkat menjadi 5,53 juta orang, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja sebesar 65,47 persen, naik 0,72 persen poin dibandingkan Agustus 2025," katanya.
Meski terjadi kenaikan TPAK, yang menandakan semakin banyak penduduk usia kerja aktif secara ekonomi, pasar kerja belum mampu menampung mereka secara optimal.
Sementara itu, beberapa indikator lain seperti pekerja tidak penuh juga menunjukkan kenaikan, menjadi sinyal bahwa kualitas pekerjaan masih perlu ditingkatkan.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi penopang terbesar pertumbuhan tenaga kerja, dengan peningkatan 38 ribu pekerja.
Namun pertumbuhan tersebut belum cukup menahan kenaikan pengangguran secara keseluruhan.
Kadarmanto menegaskan perlunya kebijakan yang mendorong perluasan dan pemerataan penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Kurniawan Dwi Yulianto Diproyeksi Tukangi Timnas U-17, Ahmed Zaki Optimistis Selevel Nova Arianto
"Yang penting sekarang adalah memastikan pertumbuhan sektor produktif berlangsung konsisten agar mampu menyerap angkatan kerja yang terus bertambah," ujarnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


