Solusi Permanen Atasi Banjir dan Macet di Daan Mogot Jakarta Barat, Gubernur Pramono Bakal Bangun Flyover Sepanjang 2 KM

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, merencanakan pembangunan flyover sepanjang lebih dari 2 kilometer di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Wacana tersebut muncul sebagai bagian dari solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan sekaligus kemacetan yang kerap terjadi di Pesing hingga KM 13.
Pramono menjelaskan, kawasan KM 13 selama ini selalu menjadi titik rawan karena posisi jalannya berada di bawah elevasi Sungai Mookervart. Kondisi itu membuat genangan muncul bahkan hanya dengan curah hujan 100 mm.
Baca Juga: Prediksi Skor Inter Milan vs Torino di Coppa Italia, 5 Februari 2026: Nerazzurri Uji Kedalaman Skuad
"Untuk penyelesaian jangka panjang, saya sedang memikirkan apakah memang diperlukan untuk membuat flyover di tempat ini. Panjangnya mungkin lebih dari dua kilometer," kata Pramono, Rabu (4/2/2026).
Ia mengungkapkan telah meminta Dinas Bina Marga untuk menghitung kembali desain, kebutuhan teknis, dan anggaran flyover tersebut.
Menurutnya, infrastruktur dengan panjang lebih dari 2 km akan menjadi salah satu pembangunan besar yang disiapkan Pemprov untuk menjawab keluhan masyarakat.
Sambil menunggu kajian jangka panjang, Pramono memastikan upaya jangka pendek tetap berjalan.
Pemprov saat ini memasang tiga pompa stasioner di KM 13, KM 13A, dan KM 13B, dengan total kapasitas sekitar 7.000 liter per detik—tujuh kali lipat lebih besar dibanding pompa mobile sebelumnya.
"Jangka pendeknya kita selesaikan dengan pompa. Namun kalau mau permanen, memang harus ada flyover. Di sini kalau hujan 100 mm saja, Mookervart pasti melimpas ke jalan," ujarnya.
Selain soal banjir, lanjut Pramono, flyover 2 km itu juga direncanakan bakal menjadi solusi atas kemacetan yang kerap terjadi di ruas Pesing–KM 13, terutama saat terjadi genangan maupun proses perbaikan jalan.
Politikus PDIP itu menambahkan, proyek-proyek di kawasan tersebut yang sempat mangkrak sejak 2022 akan dituntaskan sebelum 2027.
Penataan ulang kawasan KM 13 dan infrastruktur pendukungnya disebut menjadi bagian dari penyelesaian menyeluruh.
Baca Juga: Kenapa Disebut Nasi Tempong? Jejak Nama Kuliner khas Banyuwangi yang Pedas Nampol
"Kami tangani yang di KM 13 ini sambil mengkaji penyelesaian jangka menengah dan panjang. Kalau flyover bisa dibangun, ini akan jauh lebih permanen," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


