Jakarta

Solusi Permanen Atasi Banjir dan Macet di Daan Mogot Jakarta Barat, Gubernur Pramono Bakal Bangun Flyover Sepanjang 2 KM

Yasmina Nuha | 4 Februari 2026, 13:40 WIB
Solusi Permanen Atasi Banjir dan Macet di Daan Mogot Jakarta Barat, Gubernur Pramono Bakal Bangun Flyover Sepanjang 2 KM

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, merencanakan pembangunan flyover sepanjang lebih dari 2 kilometer di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Wacana tersebut muncul sebagai bagian dari solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan sekaligus kemacetan yang kerap terjadi di Pesing hingga KM 13.

Pramono menjelaskan, kawasan KM 13 selama ini selalu menjadi titik rawan karena posisi jalannya berada di bawah elevasi Sungai Mookervart. Kondisi itu membuat genangan muncul bahkan hanya dengan curah hujan 100 mm.

Baca Juga: Prediksi Skor Inter Milan vs Torino di Coppa Italia, 5 Februari 2026: Nerazzurri Uji Kedalaman Skuad

"Untuk penyelesaian jangka panjang, saya sedang memikirkan apakah memang diperlukan untuk membuat flyover di tempat ini. Panjangnya mungkin lebih dari dua kilometer," kata Pramono, Rabu (4/2/2026).

Ia mengungkapkan telah meminta Dinas Bina Marga untuk menghitung kembali desain, kebutuhan teknis, dan anggaran flyover tersebut.

Menurutnya, infrastruktur dengan panjang lebih dari 2 km akan menjadi salah satu pembangunan besar yang disiapkan Pemprov untuk menjawab keluhan masyarakat.

Sambil menunggu kajian jangka panjang, Pramono memastikan upaya jangka pendek tetap berjalan.

Pemprov saat ini memasang tiga pompa stasioner di KM 13, KM 13A, dan KM 13B, dengan total kapasitas sekitar 7.000 liter per detik—tujuh kali lipat lebih besar dibanding pompa mobile sebelumnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Manchester City vs Newcastle di Carabao Cup, 5 Februari 2026: Ujian Konsistensi Cityzens Menuju Final

"Jangka pendeknya kita selesaikan dengan pompa. Namun kalau mau permanen, memang harus ada flyover. Di sini kalau hujan 100 mm saja, Mookervart pasti melimpas ke jalan," ujarnya.

Selain soal banjir, lanjut Pramono, flyover 2 km itu juga direncanakan bakal menjadi solusi atas kemacetan yang kerap terjadi di ruas Pesing–KM 13, terutama saat terjadi genangan maupun proses perbaikan jalan.

Politikus PDIP itu menambahkan, proyek-proyek di kawasan tersebut yang sempat mangkrak sejak 2022 akan dituntaskan sebelum 2027.

Penataan ulang kawasan KM 13 dan infrastruktur pendukungnya disebut menjadi bagian dari penyelesaian menyeluruh.

Baca Juga: Kenapa Disebut Nasi Tempong? Jejak Nama Kuliner khas Banyuwangi yang Pedas Nampol

"Kami tangani yang di KM 13 ini sambil mengkaji penyelesaian jangka menengah dan panjang. Kalau flyover bisa dibangun, ini akan jauh lebih permanen," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.