Gubernur Pramono Instruksikan Dinkes DKI Siaga Hadapi Potensi Super Flu, Meski Belum Ada Kasus di Jakarta

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadapi potensi penyebaran super flu, meski hingga kini belum ditemukan kasus di ibu kota.
Ia menyebut, dirinya telah meminta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, untuk menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
"Untuk super flu, saya sudah meminta secara khusus kepada Kepala Dinas Kesehatan agar mempersiapkan. Sampai hari ini belum ada kasus di Jakarta, tapi kita tetap harus siap," kata Pramono.
Ia juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, terkait kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut.
"Jakarta sudah melakukan langkah antisipasi karena saya memang memanggil langsung Kepala Dinas Kesehatan untuk membahas superflu ini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebut, Pemprov DKI aktif melakukan deteksi dini melalui pemantauan kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
"Saat ini kami menjalankan fungsi sentinel ILI dan SARI di lima Puskesmas tiap kota serta satu rumah sakit untuk mendeteksi dini indikasi ISPA," jelas Ani.
Menurutnya, seluruh Puskesmas dan rumah sakit di Jakarta juga telah diberikan informasi kewaspadaan terhadap super flu.
Baca Juga: Kamu Bisa Masuk Museum Nasional Tanpa Bayar? Cek Syarat Resminya di Sini
"Fasilitas kesehatan sudah diinformasikan untuk mengenali gejala, serta memperkuat upaya promotif dan preventif, khususnya pada kasus ISPA dan pneumonia," pungkasnya.
Adapun upaya preventif tersebut yaitu sebagai berikut :
1. Sering cuci tangan pakai sabun
2. Menggunakan masker jika sedang sakit.
3. Menerapkan etika batuk
4. Hindari menyentuh wajah
5. Asupan nutrisi seimbang, minum air 2L sehari, istirahat cukup, olahraga teratur
6. Segera ke faskes jika keluhan berlanjut
7. Waspadai tanda2 pneumonia dan pneumonia berat : napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, saturasi oksigen <92%. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





