Sepakati Alfa 0,75 untuk UMP 2026, Gubernur Pramono Ungkap Sempat Ada Tarik-Menarik Antara Buruh dan Pengusaha

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta Pramono Anung menggunakan angka alfa 0,75 dalam kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2026 yang ditetapkan sebesar Rp5.729.876.
Besaran tersebut mengalami kenaikan 6,17 persen atau Rp333.115 dibandingkan UMP Jakarta 2025 yang sebesar Rp5.396.761.
Pramono menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah melalui pembahasan panjang dalam rapat Dewan Pengupahan.
Penetapan alfa 0,75 merupakan titik temu yang dapat diterima oleh semua unsur, baik pemerintah, pengusaha, maupun buruh.
Dengan angka tersebut, UMP Jakarta 2026 dipastikan mengalami kenaikan dan berada di atas tingkat inflasi Jakarta.
"Dalam rapat Dewan Pengupahan untuk pembahasan UMP, diputuskan penetapan UMP 2026 berdasarkan alfanya 0,75. Hal itu membuat UMP dipastikan naik dan di atas inflasi yang ada di Jakarta," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Ia menyebut, dalam proses pembahasan terjadi tarik-menarik kepentingan antara pengusaha dan buruh.
Menurut Pramono, pemerintah berupaya bersikap transparan dan menyampaikan kondisi apa adanya dalam proses pengambilan keputusan.
"Dalam pembahasan pasti ada tarik-menarik. Saya sampaikan secara apa adanya dan transparan," katanya.
Baca Juga: Kawal Ibadah Natal 2025, Dinas LH DKI Kerahkan 1.050 Petugas Oranye Untuk Kebersihan di 591 Gereja
Pramono menjelaskan, dari sisi pengusaha, awalnya mereka mengusulkan angka alfa 0,5, kemudian naik menjadi 0,55 dan bertahan di angka tersebut.
Sementara dari unsur buruh dan pekerja, tuntutan yang diajukan berada di atas angka 0,9.
"Pengusaha bertahan di 0,55, sedangkan buruh menginginkan di atas 0,9. Itu dibahas berkali-kali," ujarnya.
Karena belum tercapai kesepakatan bulat, Pramono mengaku sempat menunda pengumuman UMP Jakarta 2026 meski sebelumnya menargetkan penetapan dilakukan sebelum 24 Desember.
Namun, setelah melalui serangkaian pembahasan lanjutan, akhirnya disepakati angka alfa 0,75 yang dinilai paling realistis dan berkeadilan bagi semua pihak.
Baca Juga: Kendalikan Banjir dan Rob Jakarta, Gubernur Pramono Resmikan Proyek Jaktirta Senilai Rp 2,62 Triliun
"Sebenarnya kemarin saya sudah ingin mengumumkan sebelum tanggal 24, tetapi karena kesepakatannya belum bulat, saya tidak bisa mengumumkan. Alhamdulillah sekarang sudah bisa diterima oleh semua pihak," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





