Update Bencana Sumatera dan Aceh, 1.072 Warga Wafat, Ratusan Masih Hilang

AKURAT JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga Jumat (19/12/2025) malam, tercatat sebanyak 1.072 orang meninggal dunia.
Berdasarkan data dashboard penanganan banjir dan longsor Sumatera pukul 19.30 WIB, BNPB juga melaporkan 186 orang masih dinyatakan hilang.
Sementara itu, sekitar 7.000 warga mengalami luka-luka, baik kategori ringan maupun berat.
“Update data per 19 Desember 2025, tercatat korban meninggal dunia sebanyak 1.072 jiwa dan hilang 186 jiwa. Proses evakuasi dan pendataan di lapangan masih terus berjalan,” tulis keterangan resmi BNPB, Sabtu (20/12/2025).
Fasilitas Publik Lumpuh
Selain jatuhnya korban jiwa, bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan kerusakan masif pada infrastruktur. Sedikitnya 1.600 fasilitas umum dilaporkan rusak terdampak terjangan banjir dan material longsor.
Rincian kerusakan fasilitas publik meliputi:
- Fasilitas Pendidikan: 967 unit
- Rumah Ibadah: 434 unit
- Gedung Perkantoran: 290 unit
- Fasilitas Kesehatan: 219 unit
Tak hanya itu, 145 jembatan dilaporkan rusak parah. Kondisi ini memicu hambatan serius pada distribusi logistik bantuan dan mobilitas warga di wilayah terdampak.
Kerusakan Perumahan
Kerusakan paling signifikan terjadi pada sektor permukiman. BNPB mencatat sekitar 157.900 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga berat.
Pemerintah saat ini terus mengupayakan pembersihan material dan penyaluran bantuan darurat bagi para pengungsi di tiga provinsi tersebut.
Prioritas utama tetap tertuju pada pencarian korban hilang dan pemulihan akses transportasi yang terputus. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









