Jakarta

Permudah Normalisasi Sungai di Jakarta, Wagub Rano Usul Bangun Jembatan Sistem Buka-Tutup

Yasmina Nuha | 11 Agustus 2025, 14:45 WIB
Permudah Normalisasi Sungai di Jakarta, Wagub Rano Usul Bangun Jembatan Sistem Buka-Tutup

AKURAT JAKARTA - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengusulkan untuk membangun jembatan dengan sistem buka-tutup agar mempermudah pengerukan atau normalisasi sungai di Jakarta.

Ia menjelaskan, selama ini pihaknya cukup kesulitan untuk mengatur hilirisasi alat berat untuk melakukan normalisasi sungai di wilayah terpencil.

Dengan itu, dirinya mengusulkan agar jembatan dengan sistem buka-tutup dapat dibangun untuk mempermudah penjangkauan alat berat ke wilayah.

Baca Juga: Prediksi Skor Juventude vs Corinthians di Liga Brasil, 12 Agustus 2025: Ujian Rekor Kandang Tuan Rumah atas Timao

"Karakteristik di Jakarta ini kan susah tempatnya masuk, antar wilayah dengan wilayah ada jembatan. Anda bisa bayangkan alat (beko) masuk itu saja susah, sekarang mau kegeser itu. Nggak bisa, harus pindah lagi," kata Rano di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2025).

"Ini juga menjadi kendala. Makanya mungkin dianggap saya bercanda. Coba didesain jembatan yang bisa buka tutup," lanjutnya.

Ia menjelaskan, dirinya mengambil contoh dari Belanda yang sudah menerapkan terlebih dahulu jembatan dengan sistem tersebut.

"Karena di Belanda ini jembatan itu fungsi buka tutup. Ini untuk apa? Misalnya kita ngeruk sini mau pindah, ini jembatan buka. Jadi istilah yang beko itu bisa pindah ke sana," katanya.

Politikus PDIP itu pun mengatakan bahwa dirinya sudah menawarkan kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Ika Agustin Ningrum, terkait hal ini.

Sebab, dirinya bersama Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meminta agar program pengerukan sungai ini bersifat wajib.

Baca Juga: Gubernur Pramono Sebut Tarif Air PAM di Jakarta Paling Murah, Pengamat: Informasi dan Datanya dari Mana?

"Artinya begini, itu sudah program gubernur wakil. Pengurukan itu adalah wajib. Dari mulai hari pertama saya menjadi wakil gubernur, saya ditugaskan Pak Gub, waktu itu Pak Gub masih di Magelang (retret) untuk mengawal itu," tutur Rano.

"Jadi saya bilang tidak ada yang namanya visualisasi kegiatan pengurukan ini, ini hanya untuk gambar. No, kerja," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.